RSS

Kisah Wirausaha Muda Helmiat Boceng Bocah (HBB) Roihatul Jannah

27 Sep

LAPORAN TUGAS BACA

NAMA WIRAUSAHAWATI        : ROIHATUL JANNAH

BIDANG USAHA                : PRODUK KREATIF DAN INOVATIF

Roihatul Jannah

    Roihatul Jannah, wirausahawati asal Tegal, merupakan wirausaha muda yang berkecimpung dalam usahan produk kreatif dan inovatif. Produknya dikenal dengan nama HBB, yaitu singkatan dari Helmiat Bonceng Bocah. Helmiat ini sendiri merupakan gabungan nama suami Roihatul Jannah, yaitu Helmi dan nama panggilan Roihatul Jannah sendiri, yaitu Iat. HBB merupakan sebuah produk dalam berkendaraan. Produk HBB digunakan di kendaraan motor. Produk HBB ini membantu para orang tua untuk memboncengi anaknya dengan motor, yaitu membuat para orang tua merasa aman dan nyaman dalam memboncengi anaknya.

    Produk HBB ini berawal dari sebuah masalah yang dialami oleh Roihatul Jannah saat memboncengi anaknya ke sekolah. Anaknya yang suka tertidur saat diboncengi membuat Iat menjadi cemas saat memboncengi anaknya. Awalnya Iat meminta bantuan kerabatnya untuk memegangi anaknya, namun Iat sadar bahwa kerabatnya tidak selalu bisa untuk membantunya, akhirnya Iat berinisiatif untuk membuat boncengan dengan cara mendisain sendiri. Iat, yang merupakan mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UI dan Mahasiswa Berprestasi 2002 Fakultas Kesehatan Masyarakat ini, berusaha mewujudkan disainnya melalui bengkel las. Disain boncengan yang diciptakan oleh wirausaha yang pernah meraih Business Start-Up 2008 dari Shell Live WIRE Indonesia ini terus meningkatkan kualitas dan disain produk HBB, mulai dari yang hanya kerangka besinya saja hingga menjadi boncengan dengan kualitas yang baik, yaitu dengan model busa dan seat belt yang dapat disesuaikan dengan jenis kelamin bocah. Keinginan Iat berwirausaha adalah karena banyaknya pandangan positif dari masyarakat terhadap boncengannya. Hal itulah yang membuat Iat memantapkan dirinya berwirausaha dalam produk HBB ini.

    Produk HBB Iat semakin berkembang. Direktorat Jenderal Hak Atas Kekayaan Intelektual telah memberikan Hak Paten sejak Mei 2008 dan tertera pada belakang boncengan. HBB telah mempunyai distributor di Jakarta, Medan dan Surabaya, serta pengiriman telah dilakukan di banyak provinsi di Indonesia, bahkan termasuk ke luar negeri seperti Jerman. Bahkan saat ini Iat telah mempunyai bengkel sendiri dan beberapa karyawan tetap dan sampingan.

    Tujuan dibuatnya boncengan tersebut bukan hanya untuk memperoleh keuntungan, namun juga berguna dalam kehidupan sosial. Oleh karena itu, Iat, salah satu nominator Asia’s Best Young Enterpreneurs 2009, membuat produknya bekerja sama dengan Laboratorium Teknik Mesin UI sebagai badan standarisasi dan pengujian boncengan yang telah dibuatnya.

PELAJARAN DAN ETOS WIRAUSAHA        :

Saya memandang etos wirausaha dari Roihatul Jannah berdasarkan empat pandangan, yaitu cara berpikir, cara memandang, cara bekerja dan cara belajar.

Cara berpikir    : Seorang wirausaha selalu berpikir ketika melihat suatu kondisi dan masalah yang ada di sekitarnya terlebih lagi yang dialami oleh wirausaha tersebut. Hal itu terlihat dalam diri Iat. Iat dalam mendapatkan karirnya berawal dari kondisi saat Iat merasa khawatir ketika memboncengi anaknya. Disini Iat berpikir kreatif dan solutif untuk bisa menyelesaikan masalah yang dihadapinya saat itu. Selain itu ketika Iat mendapatkan masukan dan kesan baik terhadap produknya, Iat berpikir untuk memperbanyak dan mengkomersialkannnya. Cara berpikir untuk memanfaatkan kondisi dan kesempatan yang ada adalah modal yang bagus bagi seorang wirausaha.

Cara memandang    : Seorang wirausaha memandang risiko dan keuntungan adalah sesuatu yang wajar yang saling berkorelasi secara linier. Iat memandang bahwa usaha boncengan yang dijalankannya tidak hanya meraih keuntungan semata, namun yang paling penting adalah memiliki nilai manfaat lain, yaitu berguna dalam kehidupan sosial. Seseorang berwirausaha biasanya tidak hanya mencari keuntungan semata, tetapi juga mencari kebahagian, yaitu dengan membahagiakan orang lain. Itu yang saya lihat dari Iat.

Cara bekerja    : Seorang wirausaha yang berdedikasi akan selalu menikmati, mengembangkan dan menyempurnakan cara kerja dan usahanya. Cara bekerja seorang wirausaha akan selalu berkembang, menemukan gagasan, mengambil risiko dari gagasannya dan menduplikasi gagasan tersebut. Cara bekerja yang seperti itu terlihat dari diri Iat yang selalu menyempurnakan produk dan usahanya, yaitu mulai dari bekerja sama dengan bengkel las hingga membuat bengkel sendiri dan terus melakukan pembaharuan disain boncengan hingga memiliki nilai kualitas yang tinggi.

Cara belajar    : Dalam berwirausaha, keberhasilan wirausaha ditentukan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah mekanisme pasar. Sebuah kesalahan dapat dibayar dengan sebuah kerugian secara finansial atau bahkan kebangkrutan. Kebanyakan wirausaha yang tidak kuat akan mundur dari usahanya. Namun, Iat mencoba untuk selalu mampu mengatur jalannya mekanisme pasar. Iat mencoba untk meningkatkan kualitas produknya dengan bekerja sama dengan berbagai pihak dan juga mempromosikan usahanya melalui website. Alhasil terdapat pesana dari luar negeri seperti Jerman. Iat telah belajar bagaimana caranya mengatur dan menyesuaikan mekanisme pasar usahanya sehingga usahanya akan selalu berkembang.

KESAN/PENUTUP                :

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) didapatkan data bahwa setiap satu persen dari pertumbuhan ekonomi di tanah air hanya mampu menampung 300 ribu tenaga kerja atau dari enam persen pertumbuhan ekonomi, itu artinya hanya mampu menyerap 2,3 juta angkatan kerja. Padahal total angkatan kerja di Indonesia ada sekitar 16 jutaan orang. Sudradjat Rasyid, Deputi Bidang Kewirausahaan Pemuda dan Industri Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga, mengatakan bahwa jumlah pengangguran penduduk Indonesia pada bulan Februari 2008 mencapai 9,43 juta orang dan sebanyak 4,5 juta di antaranya adalah lulusan SMA, SMK, Program Diploma dan Universitas. Disinilah peran para wirausaha, yaitu mampu menghasilkan pekerjaan bagi orang lain dan itu terdapat adalah peran mahasiswa untuk menjadi wirausaha.

Amanat atau kesan yang saya dapat dari kisah Roihatul Jannah ini adalah ketika kita mempunyai keinginan dan keyakinan untuk sesuatu, maka lakukanlah dengan segera. Karena ketika keinginan itu tiba, itu adalah momentum untuk melakukan sesuatu. Jadi apa yang ditargetkan langsung dilakukan agar diketahui letak kesulitannya.

 
1 Comment

Posted by on September 27, 2011 in Kewirausahaan, Materi

 

One response to “Kisah Wirausaha Muda Helmiat Boceng Bocah (HBB) Roihatul Jannah

  1. Jimmy Kim

    October 22, 2011 at 7:20 PM

    If you are serious and want to earn serious money online with your website, watch this free video to discover the secret system to do that at http://easyprofitbot2.com/

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: