RSS

UI Terus Benahi Fasilitas Demi Gapai Kualitas

23 Oct

UI's BUILDING

Di dalam dunia pendidikan, untuk memberikan pendidikan secara utuh, tidak hanya berkisar pada masalah teknologi dan sains semata, tetapi juga diperlukan tiga hal, yaitu software yang berupa sistem kurikulum dan akademik yang baik, brainware yang berupa sumber daya manusia yang berkualitas, serta hardware yang berupa sarana dan prasarana yang baik untuk mendukung sumber daya manusia yang ada. Ketiga hal ini sangat penting bagi sebuah lembaga pendidikan agar bisa menjalankan peranannya secara maksimal. UI sebagai sebuah lembaga pendidikan unggulan di Indonesia dianggap telah cukup mempunyai ketiga hal tersebut, terutama dalam perihal software dan brainware. Keunggulan software dan brainware UI ini terlihat dari prestasi-prestasi yang telah dicapai UI baik tingkat nasional maupun internasional. Untuk tetap mempertahankan prestasiprestasi tersebut, serta membawa kualitas UI kepada kualitas kelas dunia, UI tetap harus terus melakukan pembenahan-pembenahan secara internal. Salah satu pembenahan yang dilakukan adalah pembangunan fasilitas-fasilitas fisik (hardware) di UI. Pembangunan ini tidak hanya sekadar untuk memperbaiki kualitas UI secara keseluruhan dan membawa standar UI ke arah world class university, namun juga lebih jauh lagi adalah mengintegrasikan semua rumpun ilmu di UI ke dalam satu tujuan, yaitu membangun masa depan bangsa yang lebih baik. Berikut ini adalah beberapa proyek pembangunan di UI yang sudah dan sedang berjalan.

1. Perpustakaan Baru

Perpustakaan baru ini mempunyai filosofi crystal of knowledge. Sebuah filosofi yang
menginginkan perpustakaan ini menjadi pusat berkumpulnya pengetahuan dan ilmu.
Perpustakaan baru ini terletak di tepi Danau Kenanga dan berluas total 33.000 m2.
Untuk mendukung konsep “integrasi” yang dicanangkan UI, lantai dasar perpustakaan
ini akan berfungsi sebagai meeting point, tempat mahasiwa dan mahasiswi UI dapat
saling bertemu dan berdiskusi antardisiplin ilmu. Untuk menciptakan suasana yang
mendukung tujuan tersebut, lantai dasar perpustakaan ini nantinya akan diisi oleh
layanan-layanan yang memacu mahasiswa untuk dapat saling berinteraksi serta
tertarik untuk datang ke perpustakaan. Layanan-layanan yang dimaksud adalah
layanan toko buku, galeri ATM, bank, café, biro travel, kantor pos hingga kios laundry.
Dengan tersedianya seluruh fasilitas tersebut, warga UI diharapkan dapat memenuhi
semua kebutuhan mereka di satu tempat sehingga nantinya mereka akan menjadikan
perpustakaan ini bagian dari gaya hidup mereka.
Desain gedung perpustakaan baru ini berkonsep green, sesuai dengan cita-cita
UI yang ingin menjadi green campus. Salah satu penerapan konsep hijau tersebut
adalah dengan menggunakan sistem pendingin water cooled chiller, yaitu sebuah
sistem pendingin yang ramah lingkungan karena bebas dari zat antiozon. Selain
itu, arsitektur perpustakaan ini sama sekali tidak menebang pohon-pohon besar di
sekitarnya, justru keberadaan pohon-pohon ini menjadi salah satu bagian dari desain
keseluruhan perpustakaan ini. Semua keistimewaan desain tersebut membuahkan
citation awards untuk BCI green design awards yang diberikan oleh BCI Asia, sebuah
penyedia jasa informasi konstruksi di kawasan Asia Tenggara, Hongkong, Makau, serta
Australia.
2. Integrated Laboratory and Research Center (ILRC)
Sebuah universitas sudah seharusnya menghasilkan penelitian-penelitian karena
penelitian adalah sebuah bukti dan sumbangsih nyata dunia pendidikan kampus
bagi masyarakat. Selama ini segenap sivitas akademika UI dari berbagai rumpun ilmu
terus melakukan penelitian yang diharapkan berguna bagi masyarakat, tetapi hal ini
dirasa menjadi kurang maksimal karena dilakukan secara sendiri-sendiri dan terpecah.
Gedung ILRC ini dibangun dengan tujuan besar untuk merapikan dan mengorganisasi
semua penelitian-penellitian yang ada di UI sehingga tidak berdiri sendiri dan
pada akhirnya dapat menghasilkan suatu penelitian antarilmu yang berguna bagi
masyarakat. Saat ini, gedung ini sedang dalam tahap pembangunan dan berlokasi
di tempat perpustakaan lama berdiri. Gedung ini tidak akan membongkar gedung
perpustakaan pusat yang lama, namun hanya menambahkan bangunan pendamping
sehingga membentuk elips melingkar.

UIUpdate Edisi 3 /Thn. III/2011 9
7. Cultural & Art Center
Sebuah lembaga pendidikan yang “utuh” tidak hanya mengembangkan
kemampuan para mahasiswanya dalam hal ilmu dan teknologi, tetapi
juga mengembangkan kemampuan softskill para mahasiswanya sehingga
menghasilkan seorang mahasiswa yang cerdas secara “utuh”, baik secara
akademik maupun bermasyarakat. Pembangunan Gedung Cultural & Art
Center ini adalah salah satu upaya UI untuk menjadi lembaga pendidikan yang
juga memperhatikan kompetensi softskill para mahasiswanya. Gedung ini
berfungsi untuk menampung minat mahasiswa UI yang tertarik dengan dunia
seni dan menjadi pemecah solusi bagi masalah tiadanya tempat berlatih bagi
UKM-UKM seni di UI. Gedung ini akan berisi auditorium, tempat pameran
(galeri), serta kantor dan ruang kelas penunjang. Ruang kelas penunjang ini
nantinya akan dipakai untuk fungsi pendidikan seperti tempat praktik MPKT
seni. Gedung ini berdiri di atas lahan seluas 11.600 m2 dan terletak di samping
Masjid UI di pinggir Danau Kenanga. Desain gedung ini berkonsep magic
box, yaitu diharapkan dari bangunan yang terkesan unik akan lahir bibit-bibit
unggulan UI yang dengan kemampuan seninya akan dapat mengharumkan
nama bangsa.
9. Faculty Club
Untuk memenuhi kebutuhan berolahraga dan rekreasi mahasiswa UI serta
sebagai upaya UI untuk mengajarkan pendidikan yang tidak hanya berpusat
pada sains dan teknoloigi semata, UI juga mendirikan sebuah faculty club.
Di dalam area faculty club ini nantinya akan dibangun sebuah kolam renang
berstandar olimpiade nasional, lapangan tenis, layanan restoran, dan ruangruang
pertemuan. Area faculty club ini juga dapat digunakan dalam ajang
olahraga kampus sehingga pihak panitia tidak perlu menyewa tempat di luar
UI untuk mengadakan pertandingan olahraga. Lokasi pembangunan area ini
direncanakan terletak di dekat Restoran Mang Engking.
8. Rumah Sakit dan Pemindahan Fakultas
Kedokteran dan Kedokteran Gigi
Rumah sakit ini nantinya akan mendampingi fakultas kedokteran dan fakultas
kedokteran gigi yang akan pindah ke area UI Depok. Sampai saat ini rencana
pembangunan rumah sakit ini sudah sampai pada tahap penentuan desain
dan jika pada akhir tahun ini sudah dapat dimulai pembangunan secara fisik,
direncanakan rumah sakit ini akan selesai pada tahun 2013. Rumah sakit ini
akan berdiri di samping fakultas kesehatan masyarakat.
Semua pembangunan fasilitas fisik yang disebutkan
di atas adalah jenis pembangunan yang sedang atau
sudah dibangun karena alokasi anggarannya telah
ditentukan dan telah tersedia. UI sendiri masih punya
rencana pembangunan fasilitas lainnya yang masih
dalam tahap perencaaan dan perhitungan anggaran,
seperti rencana rehabilitasi stadion UI, pembangunan
sekolah seni dan desain, trem, dan student housing.
Pembangunan-pembangunan fisik yang gencar
dilakukan UI ini pasti membuat kita bertanya-tanya, dari
mana sumber pendanaanya? Wakil Direktur Umum dan
Fasilitas, Dr. Harun A. Gunawan, M.S., PAK. memastikan
bahwa semua sumber dana pembangunan proyekproyek
ini didapatkan dari pembiayaan APBN, kecuali
untuk pembangunan rumah sakit yang merupakan
proyek patungan antara Indonesia dan Jepang.
Dana dari Jepang didapatkan dalam bentuk softloan.
Sementara pembangunan MERC di FKUI mendapatkan
dana dari IDB (Islamic Development Bank). Gencarnya
pembangunan fasilitas di UI ini tidak akan menggangu
pelaksanaan proses pendidikan karena sama sekali
tidak menggunakan dana pendidikan (BOP). Dari
dana yang diperoleh UI dari pemerintah dan dari kerja
sama dengan pihak lain, sebagian besar digunakan
untuk pengembangan pendidikan, dan tidak lebih
dari 20% yang digunakan untuk pembangunan sarana
fisik. Ia juga menegaskan bahwa itu semua telah sesuai
dengan rencana yang tertuang di dalam masterplan
pembangunan UI tahun 2008—2010. “Pihak kami tidak
sembarangan dalam membangun karena telah melalui
proses perencanaan yang matang melalui penyusunan
masterplan yang sangat detail oleh Tim Pembangunan
Lingkungan Kampus (PLK) kami,” tuturnya.
Proyek-proyek pembangunan ini juga dijanjikan tidak
akan membuat UI terlihat “gado-gado” antara desain
arsitektur bangunan lama dengan bangunan baru. “Kami
akan melakukan interface pada bangunan-bangunan
baru ini,” lanjutnya. Interface adalah sebuah metode
arsitektur tempat bangunan baru akan “disamarkan”
sehingga dapat harmonis dengan bangunan-bangunan
di sekelilingnya. Bentuk penyamaran ini didapatkan
melalui instalasi taman, danau, atau pun pohon-pohon.
Selain itu, sistem seleksi untuk sayembara desain
pun sangat ketat, desain yang menang harus dapat
memenuhi standar-standar yang diterapkan UI, salah
satunya desain tersebut harus dapat “masuk” ke dalam
bangunan-bangunan lama.
Pembangunan fisik UI yang begitu gencar juga
dilatarbelakangi keinginan untuk meningkatkan kualitas
UI sehingga dapat menyesuaikan dengan perkembangan
situasi dan kondisi era kini. Kualitas pendidikan yang baik
tidak mungkin tercapai tanpa sarana dan prasarana yang
memadai, sedangkan keadaan mahasiswa mahasiswi
UI era kini pasti tidak sama kondisinya dengan keadaan
masa lalu sehingga pembangunan sarana dan prasarana
yang lebih modern wajib adanya untuk menyesuaikan
dengan perkembangan kebutuhan zaman agar
menghasilkan kualitas pendidikan yang sesuai dengan
era kekinian. (Wanda)

SUMBER : UI UPDATED

 
Leave a comment

Posted by on October 23, 2011 in News, University of Indonesia

 

Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: