RSS

INTRUDER ALARM

28 Nov

Latar Belakang

Perkembangan IPTEK yang terus meningkat menuntut kita untuk selalu mengikuti perkembangannya. Kita tidak boleh tertinggal dari kemajuan teknologi. Oleh sebab itu ada cara untuk merealisasikan hal tersebut dengan mempelajari dan menerapkan IPTEK terutama dalam bidang elektronika, yang pada saat ini sudah mencapai perkembangan yang sangat mutakhir.

Teknik elektronika saat ini sudah memungkinkan kita untuk menciptakan suatu peralatan baru. Alat tersebut merupakan perwujudan dari penerapan kemajuan teknologi yang tiada henti.

Kebanyakan rumah di Indonesia belum menerapkan system keamanan sehingga mudah dimasuki pencuri terutama ketika kita sedang tidur atau berada di luar rumah. Untuk itu kami mencoba menciptakan system keamanan yang sederhana, murah dan mudah dibuat namun memiliki fungsi yang tidak kalah dan tidak jauh berbeda dari system keamanan yang sudah ada.

DASAR TEORI

2.1 Rangkaian Intruder Alarm

Rangkaian ini menggambarkan sebuah alarm pencuri sederhana yang bisa dibuat dengan murah dan mudah. Alarm dari rangkaian ini akan bersuara dengan segera bila seseorang membuka pintu utama atau yang lain yang dipasangkan rangkaian ini. Alarm akan terus melanjutkan bersuara bahkan jika pintu atau jendela tertutup dengan segera setelah dibuka karena rangkaian ini menggunakan sebuah rangkaian timer yang mengatur lamanya alarm berbunyi.

2.2 Komponen-komponen Intruder Alarm

Rangkaian Intruder Alarm dibuat dari komponen-komponen elektronika, komponen-komponen yang dibutuhkan untuk membuat alarm penerobos terdiri dari rangkaian alarm, rankaian sensor dan rangkaian timer.

2.2.1 Rangkaian Alarm

Rangkaian alarm terbentuk dari komponen-komponen elektronika seperti transistor, resistor, kapasitor dan loudspeaker. Gambar di bawah ini adalah skema dari rangkaian alarm.

  1. Gambar-2.1: Skema Alarm

            2.2.1.1 Transistor

    Transistor merupakan komponen semikonduktor yang dapat difungsikan sebagai saklar dan dapat juga difungsikan ebagai penguat. Dengan sifat semikonduktornya itu maka transistor dpat dijadikan sebagai konduktor dan dapat juga sebagai isolator. Jika pada kondisi tertentu transistor diberi arus pada basis maka transistor akan dapat menghantar (konduktor), tetapi jika tidak ada arus yang mengalir pada basis maka transistor tidak akan dapat menghantar (isolator).

    Gambar di bawah ini adalah gambar dari transistor BC 107 dan AC 128. kedua transistor ini mempunyai tiga buah kaki yaitu basis, kolektor dan emitor.

    Gambar-2.2 : transistor BC 107

    Gambar-2.3 : transistor AC 128

    2.2.1.2 Resistor

    Dalam rangkaian Intruder Alarm, resistor merupakan komponen elektronika yang berfungsi sebagai pembatas arus yang masuk ke basis transistor. Untuk dapat menjadi sebuah saklar, basis transistor membutuhkan arus yang kecil sehingga perlu dibatasi oleh resistor. Besarnya arus yang mengalir ke basis tergantung dari besarnya resistor yang dipasang. Jika resistansi resistor yang dipasang besar maka arus yang masuk ke basis akan kecil, tapi jika resistansi resistor yang dipasang kecil maka arus yang masuk ke basis akan besar. Resistor biasanya dinyatakan dalam huruf R dengan satuan ohm (Ω).

    Resistor yang digunakan dalam rangkaian alarm ada empat buah yang berbeda nilaiya. Untuk dapat membedakan nilai resistor dapat dilihat dari kode warna yang tertera pada fisik resistor. Pembacaan nilai resistor melalui kode-kode warna ini dapat dilihat pada bagian lampiran.

            2.2.1.3 Kapasitor

    Kapasitor merupakan komponen yang berfungsi untuk menyimpan muatan. Kapasitas kapasitor tergantung pada nilai kapasitor itu. Semakin besar kapasitas kapasitor maka akan semakin banyak pula muatan yang ditampungnya. Kapasitor dinyatakan engan huruf C dengan satuan farad (F).

    Kapasitor yang digunakan dalam rangkaian alarm ini adalah kapasitor yang bernilai 0,01 µf. Karena kapasitor ini tidak berpolar maka pemasangannya bebas.

    1. Loudspeaker

    Loudspeaker berfungsi menghasilkan bunyi keras tanda bahaya jika diberi sinyal listrik. Sinyal listrik yang masuk ke loudspeaker akan menghasilkan gerakan mekanis sehingga menghasilkan sinyal suara. Bunyi loudspeaker akan memberitahukan kepada orang di sekitarnya agar bersiaga.

    Loudspeaker yang digunakan dalam rangkaian ini adalah loudspeaker 8 Ω.

    Gambar 2.4 Loudspeaker 8 Ω

    2.2.2 Rangkaian Sensor

    Rangkaian sensor yang dibahas di bawah ini adalah rangkaian yang mendeteksi apakah pintu/jendela terbuka atau tidak. Rangkaian sensor ini terbuat dari tiga buah komponen elektronika yaitu SCR (Silicon Controlled Rectifier), reed-switch dan magnet permanent.

    2.2.2.1 SCR (Silicon Controlled Rectifier)

    SCR artinya penyearah silicon yang terkendali. Ciri-ciri utama dari sebuah SCR adalah komponen yang terbuat dari bahan semiconductor silicon. Walaupun bahannya sama, tetapi struktur P-N junction yang dimilikinya lebih kompleks dibanding transistor bipolar. Komponen SCR lebih digunakan sebagai saklar (switch) dibandingkan sebagai penguat arus atau tegangan seperti halnya transistor. Untuk membuat thyristor menjadi ‘on’ adalah dengan memberi arus trigger lapisan P yang dekat dengan katoda. Yaitu dengan membuat kaki gate pada thyristor PNPN seperti pada gambar-1a. Karena letaknya yang dekat dengan katoda, bisa juga pin gate ini disebut pin gate katoda (cathode gate). Beginilah SCR dibuat dan simbol SCR digambarkan seperti gambar-1b. SCR dalam banyak literatur disebut Thyristor saja.

     

    Gambar-2.5 : Struktur SCR

    Struktur dasar SCR adalah struktur 4 layer PNPN seperti yang ditunjukkan pada gambar-1a. Jika dipilah, struktur ini dapat dilihat sebagai dua buah struktur junction PNP dan NPN yang tersambung di tengah seperti pada gambar-1b. Ini tidak lain adalah dua buah transistor PNP dan NPN yang tersambung pada masing-masing kolektor dan base. Jika divisualisasikan sebagai transistor Q1 dan Q2, maka struktur SCR ini dapat diperlihatkan seperti pada gambar-2 yang berikut ini.


    Gambar-2.6 : visualisasi dengan  transistor

    SCR yang digunakan dalam rangkaian sensor ini adalah SCR SN 101.

        2.2.2.2 Reed-switch dan Magnet


    Gambar-2.7 : Reed-switch dan Magnet

    2.2.1 Rangkaian Timer

    Prinsip kerja dari rangkaian timer ini adalah ketika pintu atau jendela ditutup kembali setelah dibuka maka SCR terpicu dan arus akan mengalir ke rangkaian timer, kemudian timer akan meyalakan alarm selama waktu yang ditentukan berdasarkan nilai C1. Setelah waktu terlampaui alarm secara otomatis kembali mati.

    Skemanya sebagai berikut:

    Gambar 2.8: Skema Timer

    3.3 Cara Kerja Rangkaian

    Alarm akan berbunyi ketika rangkaian sensor yang terdiri dari sebuah magnet dan sebuah reed switch berpisah atau berjauhan. Magnet permanent kecil diletakkan dengan tepat di sebelah reed switch dan kedua batang besi pada reed switch akan terpisah karena menjauhnya nagnet.

    Dalam kondisi pintu tertutup, reed switch menjadi rapat dengan magnet dan dari sinilah kontak antara kedua batang besi di dalam reed switch terjaga kerapatannya.

    Ketika pintu dibuka, reed switch menjadi terbuka. Keadaan ini memicu sebuah scr. Gerbang dari scr menjadi terhubung ke katoda. Kesimpulannya, jika reed switch tertutup, scr tidak terpicu tetapi ketika pintu dibuka reed switch juga terbuka dan scr terpicu, mengaktifkan rangkaian timer dan menyalakan alarm yang terdiri dari transistor Q3 dan Q4.

    Sekali pintu dibuka, alarm akan terus berbunyi selama sekitar 30 menit atau bisa diatur dengan merubah nilai C1. setelah waktu terlampaui, alarm kembali mati.

    Lihatlah gambar 2, jumlah reed switch dapat dihubungkan dalam rangkaian seri. Tiap-tiapnya dihubungkan di pintu/jendela yang membutuhkan perlindungan. Alarm akan bersuara ketika pintu/jendela yang dilindungi dibuka.

    Gambar-3.2: Jumlah reed switch bisa dirangkai seri

    3.4 Kegunaan Alat

    Alarm dapat membuktikan sangat berguna untuk melindungi bangunan ketika rumah ditinggalkan penghuninya. Suara yang keras menakuti pencuri dan mengundang perhatian orang-orang sekitar. Alat ini bias dipasang di dalam rumah, kantor, garasi atau di manapun ketika bangunan membutuhkan perlindungan dari orang-orang yang tidak berhak untuk memasukinya.

    Alat ini pun bisa digunakan sebagai alarm pintu keluar darurat. Biasanya pusat-pusat perbelanjaan atau gedung-gedung perkantoran memiliki pintu keluar darurat. Saat terjadi sesuatu yang tidak diinginkan yang harus mengeluarkan semua orang yang berada di dalam gedung seperti terjadi kebakaran atau bahkan terror bom. Maka pintu-pintu keluar darurat harus dibuka agar semua orang bias keluar dalam waktu yang lebih singkat. Dengan dipasangkannya Intruder Alarm pada pintu-pintu tersebut, saat pintu-pintu tersebut dibuka maka alarm akan bersuara dan menarik perhatian sebagian orang yang sedang panic karena pintu-pintu utama penuh sesak oleh banyak orang.

 
Leave a comment

Posted by on November 28, 2011 in Electonics

 

Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: