RSS

Keterbukaan Dalam Kebijakkan Publik

22 Dec

Kebijakan Pemerintah

Dalam tugas ini kami melakukan pengamatan untuk wilayah kecamatan Cengkareng, dimana kami telah melakukan survei, dan wawancara di gedung kecamatan Cengkareng di Jln. Kamal Raya No. 01 Kecamatan Cengkareng, telp 021-6192834.

Dalam memenuhi tuntutan KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi), kami dituntut untuk aktif dalam segala bidang, terutama dalam bidang pemerintahan, yaitu Kebijakan Publik yang diterapkan pemerintah. Apakah kebijakan tersebut sudah berhasil atau belum, bahkan mengalami hambatan? Untuk itu kami melakukan pengamatan, dan wawancara di wilayah kecamatan Cengkareng.

Kecamatan Cengkareng merupakan salah-satu kecamatan yang berkembang dengan sangat pesat untuk daerah real estate, dan ruko sejak tahun 2000 hingga berdiri sekitar 1000 ruko,dan berada dibawah pengawasan Kota Madya Jakarta Barat, dan merupakan gerbang di barat Jakarta. Wilayah Kecamatan Cengkareng meliputi 6 wilayah kelurahan, antara lain:

 

  1. Kelurahan Cengkareng Barat
  2. Kelurahan Kapuk
  3. Kelurahan Kedaung Kaliangke
  4. Kelurahan Duri Kosambi
  5. Kelurahan Rawa Buaya
  6. Kelurahan Cengkareng Timur

Untuk beberapa tahun kedepan wilayah kecamatan Cengkareng telah berencana untuk membagi wilayah kecamatan Cengkareng menjadi 10 kelurahan, yaitu kelurahan Kapuk akan dibagi menjadi 3 kelurahan, kelurahan Duri Kosambi menjadi 2 kelurahan, dan kelurahan Cengkareng Timur dibagi menjadi 2 kelurahan.

Dewan Kecamatan Cengkareng memiliki misi, dan visi dalam wilayah kecamatannya, yaitu:

 

  • Misi        : Menciptakan kawasan kecamatan Cengkareng yang lebih tertib,  aman, bersih, tentram, dan nyaman sesuai slogan DKI Jakarta, yaitu TEGUH BERIMAN (Teruskan Gerakan Untuk Hidup   Bersih, Indah, Menarik, Manusiawi, dan Aman).

 

  • Visi         : Untuk memenuhi misi-misi yang telah ditetapkan dengan jalan membuat program kerja yang terarah, dan berprospek ke depan sesuai konsep-konsep yang telah ditetapkan semula, dan menjalin kerjasama yang baik, dan proporsional antara warga Cengkareng dengan Dewan Kecamatan.

 

Pada tahun ini kecamatan Cengkareng mendapatkan nilai terakhir 70 untuk kecamatan yang terbersih, dan terindah. Namun tingkat kesadaran warga Cengkareng kurang mendukung Program Kerja (PROKER) yang telah ditetapkan oleh Dewan Kecamatan.

Dewan Kecamatan Cengkareng memiliki beberapa PROKER (Program Kerja), antara lain :

 

  1. Program Bangun Praja, yaitu program kegiatan untuk mencapai piala ADIPURA dengan point-point keindahan, kebersihan, dan pertamanan. Dengan mendapatkan penilaian terakhir adalah nilai 70. Untuk wilayah kecamatan Cengkareng ini sendiri yang biasa menjadi objek penilaian adalah kawasan terminal Rawa Buaya, Rumah Sakit Cengkareng, PUSKESMAS Cengkareng, dan perempatan Cengkareng.
  2. Program untuk menanggulangi pedagang kakilima yang biasa berjualan di trotoar jalan berdasarkan PERDA II No. 88 tentang ketertiban, dan keamanan.
  3. Program penghijauan taman, dan trotoar, yaitu dengan cara menyediakan lahan bagi pedagang tanaman hias disekitar jalan-jalan yang bisa ditempati oleh pedagang es kelapa, dan sebagainya. Petugas Kecamatan hanya memberi lahan sedangkan dananya dari pedagang itu sendiri. Selain itu dibuat taman kota di pinggiran jalan dengan pemagaran, dan penanaman tanaman hias agar para pedagang kaki lima (PKL) secara tidak langsung terdesak untuk pindah tempat pangkalan ke tempat atau kawasan yang telah disediakan oleh Dewan Kecamatan, yaitu di dekat perempatan Cengkareng. Dengan begitu berarti petugas kecamatan telah memberikan alternatif, dan solusi bagi PKL yang telah terdesak untuk pindah. Pada sisi ini pemerintah telah bersikap adil, hanya tergantung warganya sendiri mau menerima atau tidak.
  4. Program lalu-lintas wilayah Cengkareng dengan bekerja sama dengan polisi. Secara keseluruhan ditanggung, dan diserahkan ke polisi. Kawasan lalu-lintas mulai dari kawasan Outer Ring Road yang merupakan pintu/gerbang keluar-masuk Tol Prof. Ir. Soedyatmo sampai Kembangan. Rencananya akan dibangun jalan Tol sampai Pondok Indah oleh Pihak Jasa Marga. Jadi, proyek pembangunan jalan tol tersebut merupakan wewenang pihak Jasa Marga.
  5. Program wisata, dan transportasi. Program Pemda DKI untuk menjadikan sungai sebagai wisata air, dan prasarana transportasi. Maka dari itu, dilakukan penertiban pembangunan yang ada di bantaran kali bekerjasama dengan DPU (Dinas Pekerjaan Umum). Hal itu dilakukan dengan memperhatikan ketertiban, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat.
  6. Program pencegahan, dan penanggulangan banjir. Untuk menghadapi musim hujan yang akan tiba, terdapat himbauan, dan penyuluhan dari pemerintah untuk tingkat Kecamatan Cengkareng, dan dilanjutkan ke Dewan Kelurahan yang akan bersama-sama memberikan himbauan, dan penyuluhan kepada warga Cengkareng tentang pencegahan, dan penanggulangan banjir. Tugas pihak kecamatan adalah membuat piket banjir, dan posko banjir, sedangkan pihak kelurahan mendata lokasi penduduk, lokasi yang rawan banjir, seperti daerah kapuk, dan sebagainya (mungkin hanya kelurahan Cengkareng Timur, Cengkareng Barat, dan sekitarnya saja yang jarang terjadi banjir, serta mendata lokasi penampungan. Selain itu diupayakan juga pencegahan, dan penanggulangan bahaya banjir, seperti penyakit yang ditimbulkan, seperti demam berdarah, muntaber, TBC, kaki gajah, diabetes melius(kencing manis), dan sebagainya dengan cara penyuluhan, dan biaya gratis bagi warga miskin dengan meminta kartu miskin kepada Dewan Kelurahan tempat tinggalnya melalui brosur, pamflet, spanduk, dan lain-lain.
  7. Program kebersihan sampah, yaitu dengan menyediakan TPS (Tempat Penampungan Sampah) awal yang terletak di dekat daerah rumah susun (PERUMNAS) atau biasa disebut velbak. Cara yang digunakan adalah dengan mempress atau prinsip menekan sampah, sehingga sampah yang tadinya sekitar 6 truk sampah dapat lebih efisien menjadi 1 truk sampah, setelah itu langsung diangkut ke gerbang sampah/TPAS (Tempat Pembungan Akhir Sampah) yang berada di Bekasi. Hal ini merupakan solusi terbaik yang dapat dilakukan Dewan Kecamatan Cengkareng.
  8. Program Yustisi Kependudukan, yaitu suatu program operasi pendataan penduduk dengan mengidentifikasi pendatang-pendatang baru, contohnya pada saat H+7 hari Raya Idul Fitri dilakukan operasi penertiban oleh trantib di kawasan terminal Kalideres, dan Pulo Gadung dengan kerja sama pemerintah pusat. Dananya berasal dari Dinas Sosial, dan Kependudukan.
  9. Proyek Suku Dinas untuk daerah Kota, wilayah kecamatan Cengkareng diberikan anggaran sebesar Rp 1 Milyar yang kemudian dibagikan kepada 8 seksi, dan 6 kelurahan. Dengan anggaran terbesar dipegang oleh Camatnya sendiri dengan diketahui oleh seluruh pejabat kecamatan, sehingga tidak ada unsur KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme). Sikap yang demikian disebut SIKAP KETERBUKAAN.
  10. Pada bidang transportasi pihak kecamatan sangat mendukung dengan adanya busway, yaitu dengan konsep awal agar pengendara sepeda motor beralih mengunakan jasa Trans Jakarta. Walaupun terdapat dampak positif, dan negatif konsep pembangunan busway tersebut, tetapi Gubernur Sutiyoso telah memiliki konsep ke depan untuk busway yang lebih baik lagi. Untuk itu konsep tersebut harus didukung oleh partisipasi warga yang antusias.
  11. Program mematikan televisi pada jam belajar anak. Hal itu sangat terkait dengan kesadran masing-masing warga untuk mematikan televisi pada jam belajar. Di negara modern tingkat kesadarannya cukup tinggi, sedangkan di Indonesia sendiri sangat sulit untuk dilakukan.
  12. Dalam bidang pendidikan, pihak kecamatan Cengkareng telah mengadakan perpustakaan keliling yang telah terjadwal, dan terprosedur dengan baik, yaitu disesuaikan dengan jam-jam sekolah-sekolah yang akan dikunjungi. Program tersebut guna untuk meningkatkan minat baca warga, khususnya wilayah kecamatan Cengkareng.
  13. Program Olahraga, pihak kecamatan telah membangun, dan merehabilitasi GOR Cenderawasih dengan kualitas, dan kapasitas yang lebih memadai, baik sarana, maupun prasarananya. Selain itu setiap tahun diadakan event-event/acara yang dilaksanakan di GOR tersebut secara rutin, dan dalam rangka PORSENI, pihak kecamatan selalu rutin mengadakan lomba-lomba, dan karnaval-karnaval/pawai, dimana masyarakat selalu antusias dalam merayakannya.

 

Wewenang pihak kecamatan itu terbatas, misalnya untuk urusan jalan raya adalah wewenang dinas Perhubungan, petugas kecamatan hanya mengamati di sepanjang jalur sibuk lalu-lintas.

Pemerintah berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk membangun wilayah yang lebih baik lagi. Hal ini berarti Camat Cengkareng harus banyak turun ke masyarakat agar mengetahui keluhan, dan perkembangan masyarakat agar menjadi kecamatan yang maju sesuai harapan. Pemerintah telah mengupayakan untuk kepentingan umum, akan tetapi kenbali lagi pada tingkat kesadaran masyarakat untuk turut serata berpartisipasi dalam program kerja yang telah ditetapkan pemerintah demi terciptanya kehidupan yang terjamin hak, dan kewajibannya, sehingga bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju, makmur, sejahtera, aman, dan dapat menjadi macan Asia, tinggal bagaimana caranya agar para generasi penerus untuk melanjutkan kemerdekaan, dan pembangunan yang telah diisi oleh para seniornya. Amin

 

VII. Penutup                          :

 

  1. Kesimpulan

 

Dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dibutuhkan suatu sikap keterbukaan yang merupakan siri-ciri negara demokratis, karena negara Indonesia sendiri merupakan negara yang berazaskan demokrasi. Dengan keterbukaan diharapkan terjalin kerja-sama yang baik, harmonis, dan proporsional antara rakyat dengan pemerintah, sehingga terciptalah suatu kondisi yang memungkinkan tersedianya informasi yang mudah didapatkan oleh masyarakat luas, yang disebut dengan KETERBUKAAN. Hal itu dapa mengurangi terjadinya pro, dan kontra dalam kehidupan berbangsa, dan bernegara, sehingga kebijakan yang ditetapkan pemerintah dapat berjalan sesuai konsep, dan tujuannya semula. Maka, dibutuhkan generasi muda yang berkualitas, dan berpotensi tinggi dalam mengisi pembangunan dalam pencapaian target, tujuan, dan cita-cita bangsa. Jadi, sikap keterbukaan sangat penting dalam kehidupan berbangsa, dan bernegara untuk mewujudkan tujuan, dan cita-cita bangsa Indonesia, yaitu yang tersirat dalam Pembukaan UUD 1945, dan sesuai dengan ideologi bangsa, yaitu Pancasila. Semoga bangsa Indonesia menjadi bangsa yang aman, sejahtera, dan sesuai harapan yang diinginkan, bahkan menjadi macan dunia international. Amin

 
Leave a comment

Posted by on December 22, 2011 in Kewarganegaraan, Materi

 

Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: