RSS

Pengujian Resistansi Isolasi

03 Dec

*artikel ini disarikan dari IEEE Std 43 tentang “IEEE Recommended Practice for Testing Insulation Resistance of Rotating Machinery”

Teori Umum Resistansi Isolasi

Resistansi isolasi dari kumparan rotating machine adalah fungsi dari jenis dan kondisi dari bahan isolasi yang digunakan, dan juga teknik pengaplikasiannya. Secara umum, resistansi isolasi bervariasi sebanding dengan ketebalan isolasi, dan berbanding terbalik dengan luas penampang konduktor

Komponen Arus Searah yang terukur

Secara definitif, resistansi isolasi adalah hasil bagi dari tegangan searah yang diberikan melalui isolasi terhadap arus resultan total pada waktu tertentu. Arus resultan total merupakan penjumlahan dari empat arus yang berbeda, yaitu : Arus bocor permukaan, Arus kapasitans geometrik, arus konduktansi dan arus absorpsi.

Arus kapasitans geometrik merupakan arus yang mempunyai nilai yang tinggi yang berlangsung dalam waktu yang singkat, yang menurun secara eksponensial seiring dengan waktu diberikannya tegangan. Arus kapasitan geometrik ini biasanya tidak mempengaruhi pengukuran, karena arus ini hilang seiring dengan bertambahnya waktu, yaitu pada (kurang lebih) menit pertama ketika tegangan diberikan.

Arus absorpsi (polarisasi) merupakan arus yang dihasilkan dari polarisasi molekul dan electron drift yang turun seiring dengan waktu diberikannya tegangan, dengan nilai awal yang cukup tinggi dan turun hingga mendekati nilai nol, serta bergantung pada jenis dan kondisi dari bonding material yang digunakan pada sistem isolasi. Biasanya, untuk isolasi kumparan mesin yang kering dan bersih, resistansi isolasi dari detik ke-tiga puluh sampai beberapa menit lebih dipengaruhi oleh arus absorpsi ini.

Arus konduksi merupakan arus yang bernilai konstan sepanjang waktu, yang mengalir melalui isolasi dari permukaan yang ditanahkan sampai ke konduktor bertegangan tinggi. Pada sistem isolasi epoxy-mica, arus inipada dasarnya bernilai nol, kecuali jika isolasi menjadi jenuh akibat adanya kelembaban.

Arus bocor permukaan merupakan arus yang bernilai konstan seiring dengan waktu. Arus bocor permukaan yang tinggi (resistansi isolasi yang rendah), biasanya disebabkan karena kelembaban atau kontaminan yang bersifat konduktif yang ada pada isolasi mesin.

Karakteristik Arus Searah yang Terukur

Berikut adalah gambaran dari arus searah yang terukur pada saat tegangan searah diberikan sampai kurang lebih pada menit ke sepuluh untuk isolasi dengan menggunakan epoxy-mica yang memiliki arus bocor permukaan yang kecil

pengujian resistansi isolasi menurut standard ini dilakukan dengan menggunakan tegangan searah yang besarnya ditentukan berdasarkan rating tegangan dari kumparan tersebut, yaitu dari 500 Volt sampai 10.000 Volt untuk rating tegangan dari yang bernilai kurang dari 1000 Volt sampai lebih dari 12.000 Volt , dan pelaksanaan pengujian dan pencatatan resistansi yang terbaca adalah resistansi yang terbaca pada menit pertama. Oleh karena temperatur lingkungan juga berpengaruh terhadap hasil pembacaan, maka resistansi yang terbaca juga harus dikoreksi ke temperatur pada suhu 40 derajad celcius.

Nilai Minimum yang Direkomendasikan

Nilai minimum resistansi isolasi yang direkomnadikan oleh IEEE dapat dilihat pada tabel berikut:

Beberapa Keterbatasan Pengujian Resistansi Isolasi

Data pengujian resistansi isolasi berguna dalam mengevaluasi adanya beberapa masalah isolasi seperti kontaminasi, kelembaban, atau cracking yang parah, akan tetapi, pengujian ini memiliki beberapa kelemahan, antara lain:

  • Resistansi isolasi kumparan tidak secara langsung berkaitan dengan kekuatan dielektriknya. Kecuali bila defect terkonsentrasi, adalah mustahil untuk dapat menentukan nilai resistansi isolasi dimana sistem isolasi kumparan akan mengalami kegagalan
  • Pengukuran resistansi isolasi tunggal pada tegangan tertentu tidak mengindikasikan apakah materi-materi asing terkonsentrasi atau terdistribusi di sepanjang kumparan
  • Pengujian tegangan searah tidak dapat mendeteksi void-void yang ada pada isolasi yang disebabkan karena improper impregnation atau thermal deterioration.

dan berdasarkan hasil pengamatan yang saya dapat ketika melaksanakan kerja praktek di PT Badak NGL, Bontang, nilai resistansi yang di-record tiap beberapa tahun sekali tidaklah selalu menunjukkan penurunan nilai resistansi ini, dalam artian kadang-kadang ada nilai resistansi yang tiba-tiba naik, sekalipun tidak dilakukan pembersihan pada isolasinya. Hal ini mungkin dapat disebabkan karena faktor lingkungan, tempat dimana pengukuran dilakukan yang mempengaruhi pengukuran ini.

Sumber : http://kurniawanpramana.wordpress.com/2012/03/27/sedikit-tentang-resistansi-isolasi/

 
Leave a comment

Posted by on December 3, 2012 in Tenaga Listrik

 

Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: