RSS

KEGAGALAN PENGAMANAN DAN SEBAB-SEBABNYA

01 May

Pengaman tegangan lebih yang terbaik adalah arrester jika pengaman terpasang tapi alat yang diamankan juga mengalami kerusakan saat terkena sambaran petir baik langsung maupun tidak langsung disebabkan oleh kekurangan, antara lain :

  • Arrester.
    • Sambungan kawat arrester pada terminal arrester tidak baik ( tidak cukup kencang )
    • Sambungan kawat arrester pada kawat fasa jaringan tidak baik ( tidak cukup kencang )
    • Sambungan kawat arrester ke terminal tanah arrester tidak baik (tidak cukup kencang)
    • Sambungan kawat pentanahan arrester yang satu dengan kawat pentanahan arrester lain tidak baik ( tidak cukup kencang).
    • Sambungan kawat pentanahan arrester dengan kawat batang / batang pentanahan tidak baik ( tidak cukup kencang ).
    • Tahanan pentanahan arrester lebih besar dari 1 ohm.
    • Jarak arrester terlalu jauh dari trafo.
    • Jarak panjang arrester pada tiang yang satu dengan arrester pada tiang yang lain terlalu jauh.
    • Arrester tidak bekerja optimal, yaitu walaupun tidak ada petir menyambar langsung maupun tidak langsung, langsung arrester bekerja. Atau juka ada sambaran dan arrester bekerja tapi alat yang diamankan juga rusak, ini disebabkan oleh jarak celah arrester tidak sesuai atau arrester sudah rusak, karena itu perlu diganti dengan yang baik/baru. Jika arrester meledak karena terkena sambaran langsung atau tidak langsung baik pada JTM maupun pada arrester maka berarti arrester tidak dapat bekerja, tidak dapat merubah dirinya menjadi penghantar lagi jadi arrester harus diganti.
  • Bila turun (trafo, isolator, bushing) Rodgap/Sparkgap.
    • posisi dan jarak antara rod gap pada terminal sekunder trafo GI maupun pada terminal primer trafo distribusi perlu dikembangkan ke posisi dan jarak semula yang benar.
    • Rod gap perlu dibersihkan dari akumulasi kotoran/polusi bushing : tua, kotor, retak rambut dan lain-lain.

Isolator.

Kotor, jadi perlu dibersihkan dari akumulasi kotoran / polusi.

Retak/pecah, perlu diganti.

Trafo :

Trafo sudah tua/isolasi kumparan menurun tahanan isolasinya.

Minyak trafo kotor, banyak mengandung bahan konduktif, endapan karbon dan uap/air.

Kawat tanah :

Jarak kawat tanah dari kawat fasa kurang dari standar ( sudut perlindungan maksimum 45o ).

Terjadi perubahan konstruksi JTM karena gangguan alam, tiang miring, dll.

Pentanahan kawat tanah tidak sempurna ( lebih besar dari 1 ohm ) misalnya sambungan pada konnektor longgar, elektroda bumi berkarat, perubahan kondisi tanah, dll.

  1. Perencanaan salah yaitu penempatan pengaman, jenis/ukuran pengaman, koordinasi isolasi salah pemilihan dan survey tahanan tanah tidak akurat.
  2. Pemeliharaan tidak baik pada jaringan, trafo, penghantar maupun pada alat pengaman.

Minyak trafo kotor, banyak mengandung bahan konduktif, endapan karbon dan uap/air.

 

Sumber : PLN

 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: