RSS

Kualitas Daya

03 May
Kualitas daya merupakan salah satu aspek yang menjadi sangat ramai dibicarakan dewasa ini. Masalah kualitas daya semakin menjadi perhatian karena semakin banyaknya penggunaan power semiconductor di industri dan beban-beban yang digunakan merupakan beban-beban yang sangat sensitif terhadap variasi. Voltage sag, interupsi dalam waktu singkat, gangguan harmonik, dan ketidakseimbangan tegangan merupakan masalah-masalah utama yang sering dihadapi oleh industri.
 Ada beberapa faktor yang menyebabkan kualitas daya menjadi semakin menjadi perhatian dewasa ini, antara lain:
  • Konsumen listrik menjadi semakin sadar akan masalah kualitas daya seperti adanya fluktuasi ­tegangan, interupsi dan transient. Selain itu, banyak pemerintah di suatu negara yang telah merevisi kebijakannya untuk semakin mendorong peningkatan kualitas daya sesuai dengan batas dan standar yang ditetapkan.
  • Penekanan pada efisiensi sistem tenaga listrik secara keseluruhan telah mendorong pemakaianhigh-efficiency deviceadjustable-speed motor drive dan kapasitor paralel untuk mengoreksi faktor daya dan mengurangi losses. Sebagai akibatnya, muncul peningkatan level harmonik pada sistem tenaga listrik yang mengancam operasi, kehandalan dan keamanan sistem.
  • Beban peralatan modern menggunakan pengendali berbasis mikroprosesor dan alat elektronika daya yang lebih sensitif terhadap perubahan kualitas daya.
  • Otomasi dan efisiensi bergantung pada komponen digital yang membutuhkan pasokan arus searah. Oleh karena daya yang dibangkitkan dan dikirimkan berupa daya AC, maka suplai daya AC harus diubah menjadi bentuk DC terlebih dahulu untuk dapat digunakan oleh beban DC. Oleh sebab itu, akan banyak diperlukan adanya konverter yang dapat semakin meningkatkan level harmonik dan dapat menyebabkan distorsi gelombang fundamental menjadi semakin parah.
 Kualitas daya listrik merupakan tingkat penyimpangan nilai nominal besarnya tegangan dan frekuensi. Kualitas daya juga dapat didefinisikan sebagai tingkat berpengaruhnya pembangkitan dan pengiriman daya listrik terhadap unjuk kerja peralatan listrik. Dari sudut pandang konsumen, masalah kualitas daya listrik dapat didefinisikan sebagai deviasi tegangan, arus, atau frekuensi yang menimbulkan kegagalan atau tidak beroperasinya peralatan yang dimiliki konsumen.
Masalah kualitas daya yang berhubungan dengan deviasi frekuensi adalah adanya harmonik dan adanya penyebab lain yang mengakibatkan penyimpangan dari frekuensi suplai yang diharapkan. Sedangkan kualitas daya yang berkaitan dengan besarnya tegangan dapat berupa fluktuasi tegangan, khususnya yang menyebabkan terjadinya flicker. Masalah tegangan lainnya adalahvoltage sag, interupsi dalam waktu singkat dan adanya fenomena transient pada tegangan. Diantara masalah-masalah tersebut, dua masalah kualitas daya yang menjadi perhatian utama adalah voltage sag dan harmonik.
 Klasifikasi Masalah Kualitas Daya
Bergantung pada pengaruh, penyebab dan asal mula terjadinya, gangguan kualitas daya dapat diklasifikasikan berdasarkan karakteristiknya masing-masing. Berdasarkan IEEE Std. 1159-1995, gangguan sistem tenaga listrik terdiri dari transient, variasi dalam waktu yang singkat, variasi sesaat, variasi temporer, variasi dalam waktu yang lama, ketidakseimbangan tegangan, distorsi gelombang, flukstuasi tegangan dan variasi frekuensi daya. Berikut adalah klasifikasi gangguan pada kualitas daya menurut karakteristiknya:
  • Sag : penurunan besar tegangan (0,1 – 0,9 pu) yang terjadi dalam waktu yang singkat (0,5 siklus sampai satu menit)
  • Swell : peningkatan besar tegangan (1,1 – 1,8 pu) yang terjadi dalam waktu yang singkat (0,5 siklus sampai satu menit)
  • Transient : Gangguan tegangan berupa amplitudo yang tinggi dan terjadi dalam waktu yang singkat (<0,5 siklus)
  • Ketidakseimbangan tegangan : variasi besar dan/atau sudut fasa pada fasa yang berbeda
  • Harmonik : deviasi gelombang tegangan dan/atau arus dari bentuk gelombang sinusoidal murni yang dikarenakan adanya frekuensi yang tidak diinginkan yang mempengaruhi gelombang fundamentalnya
  • Deviasi frekuensi : variasi frekuensi dari nilai 50/60 Hz
  • Flicker : sag atau swell yang terjadi secara berulang-ulang
  • Deviasi tegangan : adanya over-voltage atau under-voltage dalam waktu yang cukup lama
  • Blackout : hilangnya masukan tegangan secara total selama beberapa siklus atau lebih
Gambar berikut menggambarkan pembatasan permasalahan kualitas daya berdasarkan IEEE Std. 1159-1995:
Gambar Pembatasan Permasalahan Kualitas Daya Berdasarkan
IEEE Std. 1159 – 1995
 Sedangkan tabel berikut menjelaskan penyebab dan pengaruh akibat adanya gangguan kualitas daya:
Gangguan
Penyebab Utama
Pengaruh
Sag dan Swell
Kegagalan (Fault), starting motor, sambaran petir
Interupsi sistem komputer,motor stalling.
Transient
Petir, Capacitor switching
Overvoltage, kegagalan isolasi, malfungsi pada peralatan elektronik yang sensitif
Distorsi harmonik
Power Electronic, Saturable Device
Pemanasan / kegagalan pada transformator, errorpada relay proteksi
 Pada industri yang menghasilkan barang, proses fabrikasi mempunyai kecenderungan untuk menjadi semakin lebih terautomatisasi dan terintegrasi dengan peralatan modern yang sensitif terhadap variasi. Oleh karena hal tersebut, masalah kualitas daya-pun semakin menjadi perhatian karena, meskipun gangguan yang terjadi sangatlah singkat (beberapa milidetik), tetapi hal tersebut dapat mengakibatkan proses produksi terhenti selama beberapa jam dan tentu pada akhirnya akan menimbulkan kerugian yang sangat besar

Sumber : http://stlftui.wordpress.com/

 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: