RSS

Category Archives: Cerita

FAMODYA (Part 9)

***

Pagi ini mendung, semendung orang-orang yang kenal dengan Edhu. Mereka merasakan kehilangan atas meninggalnya Edhu. Semakin siang, orang-orang yang datang ketempat pemakaman Edhu semakin banyak sebelum jenazah Edhu diturunkan ketanah. Tangisan orang-orang terdekatnya terus terdengat seperti keluarga Edhu yang langsung datang dari Belanda. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on August 21, 2011 in Cerita, Famodya

 

Tags: , , , , , , , , ,

FAMODYA (Part 8)

“Bi!” Seru Adya saat dirinya sampai rumah.

“Iya non!” sahut bi Nana sambil lari-lari dari dapur. “Eh Non Adya udah pulang.”

“Masak apa Bi?”

“Tumis kerang Non. Makanan kesukaan Non.”

“Masa sih? Duh jadi tambah laper nih. Oiya Abay udah pulang? Kak Fia mana, kok sepi sih?” Tanya  Adya sambil berjalan kemeja makan. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on August 21, 2011 in Cerita, Famodya

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , ,

FAMODYA (Part 7)

“Urusan saya udah selesai Pak,” tutur Adya menahan kesedihan. Dirinya berjalan menjauhi kamar 034 bersama security.

Edhu yang gelagapan karena ketauan tidur bersama Naomi berusaha mengejar Adya. “Ad, tolong dengerin penjelasan aku dulu Ad. Aku nggak tidur sama dia, dia baru dateng tadi pagi.”

Adya terus saja berjalan tanpa memperdulikan perkataan Edhu. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on August 21, 2011 in Cerita, Famodya

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , ,

FAMODYA (Part 6)

“Kenapa sih beibh?” Edhu bertanya halus untuk mengambil hati Adya.

Adya langsung bercerita tentang apa yang dia rasakan saat ini. Ia menceritakan dari awal sampai akhir dari masalah yang sedang dihadapinya.

“Kamu kok?” Edhu kaget mendengar cerita terakhir Adya yang menyebutkan kalo pokok permasalahannya adalah karena Adya dan Lefard ciuman.

“Lo dengerin gue dulu! Gue sama si leher kuya itu nggak sengaja. Gue nyerang dia sampe dia jatuh tapi pas dia jatuh gue juga kehilangan keseimbangan jadi gue ikut jatoh.” Adya mencoba membela diri.

Edhu menarik tangan Adya kasar dan membawanya keluar kelas. “Tapi kenapa bisa tepat kamu sama dia ciuman?” Tutur Edhu geram.

“Gue nggak ciuman Dhu, kita cuma tabrakan.”

“Biarpun kamu nggak sengaja tapi kamu juga ikut ngerasain kan? Kamu munafik deh, kamu nggak pernah mau kalo aku minta tapi sama orang lain yang jelas-jelas cowoknya temen kamu sendiri kamu mau.”

“Kok lo juga ikut nyalahin gue sih? Katanya lo mau bantu gue!” Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on August 21, 2011 in Cerita, Famodya

 

Tags: , , , , , , , , , , , ,

FAMODYA (Part 5)

Anak itu ikut berdiri dan berkata, “Ah Bapak bisa aja.”

“Oh…, Lefard,” Tutur Tarina setelah tau siapa jatidiri anak baru itu.

Semua orang yang ada didalam aula menyambut bergabungnya Lefard dengan organisasi mereka kecuali Adya. Dirinya menatap Lefard dengan paras kebencian. Ini yang dibilang jago taekwondo, ini yang dibilang lebih tinggi tikat sabuknya sama kayak gue? Gue bakal buktiin, cuma gue yang paling jago diantara yang lain disini karena Cuma gue yang tingkat sabuk paling tinggi, bukan leher kuya kayak dia. Adya bergumam dengan penuh ambisi. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on August 19, 2011 in Cerita, Famodya

 

Tags: , , , , , , , , , , , ,

FAMODYA (Part 4)

“Bu saya rasa untuk melaporkan masalah Adya kepada Pak Yudhis itu tidak perlu, karena Adya sudah mengakuinya dan yang paling penting Adya sudah berjanji tidak akan melakukan kesalahannya lagi,” sambar Lefard setelah situasi ruangan Bu Hanum hening sejenak.

Adya menarik nafas panjang serta kaget atas perkataan Lefard barusan. Idih ini orang sok pahlawan banget sih. Gumamnya dalam hati. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on August 19, 2011 in Cerita, Famodya

 

Tags: , , , , , , , , , , , , ,

FAMODYA (Part 3)

“Ugght…, siapa sih tuh orang? Ngendarain motor nggak ada rambu-rambunya sama sekali, rese banget sih. Kalau aja tuh motor tau-tau berenti didepan gue, gue nggak segan-segan buat nonjok muka si pengendaranya sampai bonyok,” gerutu Adya karena bukan sepatunya saja yang kemasukan air tapi karena saking kencangnya orang itu mengendarai motor kubangan yang didepan Adya juga ikut diinjak akibatnya Adya kecipratan air kubangan bajunya kotor, basah kuyub dan bau. Adya makin geram dengan tingkah orang tersebut, semena-mena meninggalkan dirinya tanpa meminta maaf. Kok kayaknya gue kenal sama motor tadi ya. Adya coba mengingat-ingat bentuk motor yang barusan menciprati dirinya dengan air kubangan. Ah…, gue baru inget. Itu kan motor yang kemarin gue tabrak. Berarti dia anak TP dong. Adya makin penasaran. Kok dia sekejam itu ya sama gue, apa dia tau kalau gue yang jatuhin motornya kemarin. Batin Adya masih penasaran dengan pengendara motor racing yang lumayan keren dikalangan motor racing yang pernah Adya lihat. “Huh sialan gara-gara baju gue kotor gue nggak jadi main sama anak-anak playgroup, akhirnya gue pulang deh.” Adya kesal karena gagal untuk bermain dengan anak-anak playgroup. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on August 19, 2011 in Cerita, Famodya

 

Tags: , , , , , , , , , , , ,

 
%d bloggers like this: