RSS

Category Archives: Materi

Cara / Prosedur Daftar Haji Reguler

Dear All,

Akhirnya bisa share sesuatu yang kecil lagi. It fells an amazing.

Kali ini saya mau coba share prosedur pendaftaran Haji Reguler. Yah bagi yang mau daftar Haji Plus langsung saja ke travel Haji Plus saja yah. ūüėÄ ^_^.

 

A. Persiapan yang diperlukan :

1. Kesiapan lahir dan batin yang pasti.

2. Pastikan Anda sudah mengetahui mau ikut ONH Reguler atau ONH Plus. Untuk estimasi keberangkatan Haji Reguler dapat di cek di link berikut (waiting list) :

Di link di bawah ini Anda bisa mengecek estimasi keberangkatan saat Anda daftar sesuai dengan provinsi dan kabupaten/kotamadya.

http://haji.kemenag.go.id/v2/basisdata/waiting-list atau klik disini . Jika link corrupt , silahkan cari/explore sendiri di haji.kemenag.go.id.

3. Uang sebesar Rp 25.000.000,- + Rp 100.000,- (Untuk ONH Reguler).

 

B. Persiapan Dokumennya :

Persyaratan Dokumen Pendaftaran Haji Reguler

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1. Foto copy Buku tabungan Haji (2 lbr). Buka tabungan haji di BPS BPIH (Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) : Bank Syariah Mandiri, BRI Syariah, Bank Muamalat, BNI Syariah dan lain-lain. Buka tabungan senilai Rp 25.000.000,- + Rp 100.000,- untuk tiap 1 orang nya. (Asli dibawa untuk mencocokkan nomor rekeningnya, kalau fotocopyan ditakutkan tulisannya tidak jelas).

2. Foto copy Surat Keterangan Sehat (Termasuk Gol. Darah, Tinggi dan Berat Badan ) 2 lembar . Surat Keterangan Sehat dapat diperoleh di Puskesmas. Nanti melakukan pengecekkan untuk ibadah haji. Dokternya mengerti dan ramah-ramah kuq.

3. Foto copy KTP (5 lbr)

4. Foto copy Kartu Keluarga ( 2 lbr)

5. Foto Copy Surat Nikah/AKta Lahir/Ijasah (2 lbr)

6. Pas foto berwarna ukuran 3×4 (10 lbr), 4×6 (3 lbr) dengan ketentuan fokus wajah 80% latar belakang putih dan pakaian kontras.

7. Map Diamond warna hijau ( 2 buah)

Semua dokumen asli harus dibawa saat pendaftaran. Untuk lebih memudahkannya mending semua dokumen asli dibawa ke Departemen Agama setempat. Biasanya di sekitar Depag/Kemenag setempat ada tempat fotocopy yang mengerti secara jumlah dan bentuk fotocopynya. Jadi kita gak perlu salah lagi saat foto copy. Semua dokumen asli harus dibawa untuk mencocokkan datanya agar tidak salah input saat di form SPPH nya. Terkadang ada fotokopian yang tidak jelas.

Note : Semua berkas dan dokumen di foto copy di kertas A4 ( Jangan dipotong/digunting/di bolak balik)

C. Pendaftaran ke Kantor Department Agama setempat di kota Anda.

Klik link berikut untuk daftar alamat dan nomor telepon Kadepag Seluruh Indonesia :

https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=0CB4QFjAA&url=http%3A%2F%2Fbimasislam.kemenag.go.id%2Fuploads%2Ffiles%2Fdaftaralamatkandepagseluruhindonesia.pdf&ei=BZz2VK6sIMOA8gX_4YKQAQ&usg=AFQjCNFVhEsUagrdVwa5c9mAkRk6kNDuPQ&sig2=fOoSOMnHyrAMKq8ROdm0SQ

atau Klik Disini¬†bimaislam.kemenag.go.id¬† Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on March 4, 2015 in Agama, Indonesia, Materi, News

 

Tags: , , , , ,

IMAGE FUSION FOR HIGH-RESOLUTION DATA IN MATLAB

Image fusion  merupakan sebuah proses yang mengendalikan dan memantau gambar pada daerah-daerah yang sama oleh banyak sensor, mencari informasi yang berguna dari setiap kanal, kemudian mensintesis informasi tersebut ke gambar baru yang akan diproses lebih dalam. Gambar yang terlebur tersebut diuntungkan untuk memperbaiki kemampuan analisis informasi dari suatu gambar, memperbaiki ketahanan informasi dari gambar yang telah dipisahkan dan secara efektif akan meningkatkan penggunaan data, dimana data tersebut merupakan landasan untuk riset yang lebih dalam lagi dari aplikasi pensensoran.

Pada dasarnya proses image fusion dapat dikerjakan di perangkat lunak VC++, namun penggunaan VC++ dirasa masih sulit dan masih belum baik untuk pemogramannya. Hal ini membutuhkan banyak waktu dan energy jika menggunakan VC++. Oleh karena itu, MATLAB dipilih karena sangat efisien untuk proses komputasi program. Banyak peneliti menggunakan MATLAB dan MATLAB mempunyai toolbox dengan fungsi yang luas untuk merealisasikan sebuah algoritma. Beberapa keuntungan MATLAB adalah memiliki komputasi yang baik dan cepat terlebih lagi dalam mengkomputasi sebuah matriks karena sebuah gambar jika dikonversi ke dalam sebuah data akan berbentuk sebuah matriks, selain itu, MATLAB juga telah menyediakan banyak fungsi dan toolbox dalam pengolahan gambar untuk gambar gray dan berwarna, bahakan dapat menampilkan gambar saat proses debug, sehingga proses debug program dapat dilakukan secara cepat, mudah dan efisien.

  1. Metode Image Fusion

Image Fusion adalah sebuah teknik untuk data kompleks dari pensensoran melalui pengolahan gambar atau citra. Tujuan dari teknik ini adalah untuk memperbaiki resolusi yang kosong dan mendefinisikan gambar, meningkatkan kepresisian dari pemtaan dan klasifikasi dari gambar, membangun kemampuan sebagai pemonitoran dan secara efektif membuat data dapat tersensor.

Berdasarkan perbedaan level fusion, metode peleburan gambar dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu :

  1. Pixel Level Fusion

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on March 27, 2014 in Materi, Pengolahan Citra

 

Low Pass Filter (LPF)

Prinsip kerja LPF (Low Pass Filter), yaitu untuk memotong atau membuang nilai arus yang tinggi. Berikut blok diagram LPF :


Gambar 3.4 Rangkaian Low Pass Filter Pada Filter RC

Pengaruh dari sebuah low pass filter dapat disimulasikan dengan mengasumsikan rangkaian filter RC pada domain waktu, kemudian menjadikannya ke bentuk diskrit.

Gambar 3.4 adalah contoh rangkaian filter pada rangkaian RC, dimana perdasarkan rangkaian tersebut dapat diturunkan pengaruh filter RC terhadap respon filter, yaitu sebagai berikut :

                            (3.5)

                                (3.6)

                                    (3.7)

adalah jumlah muatan yang tersimpan dalam kapasitor pada waktu t. Kemudian, persamaan 3.6 disubstitusikan ke persamaan 3.7 sehingga didapatkan persamaan arus sebagai berikut :

                                (3.8)

, sehingga didapatkan persamaan tegangan input dan output :

                            (3.9)

Persamaan 3.9 diubah ke dalam bentuk diskrit, yaitu dengan mengasumsikan bahwa nilai input dan output diambil pada selang waktu t, nilai input direpresentasikan dengan nilai xi (x1, x2, x3 dan seterusnya) dan nilai output direpresentasikan dengan nilai yi (y1, y2, y3 dan seterusnya).

                                (3.10)

                            (3.11)

                            (3.12)

                            (3.13)

                            (3.14)

                            (3.15)

                                (3.16)

                                (3.17)

                        (3.18)

Jika , maka :

                                (3.19)

, dimana adalah data hasil filter, adalah konstanta laju filter (), adalah data yang akan difilter dan adalah data hasil filter sebelumnya dengan inisialisasi awal sama dengan 0.

 
Leave a comment

Posted by on June 3, 2013 in Electronics, Materi

 

C-MEX Tutorial By Control Lab ‚Äď DTE FTUI

C-Mex merupakan pemrograman bahasa C yang terintegrasi dengan MATLAB. Dengan menggunakan C-Mex, kita dapat membuat blok diagram Simulink dengan algoritma yang kita inginkan. Kelebihan pemrograman dengan C-Mex dibandingkan dengan bahasa m-file adalah waktu pemrosesan yang lebih cepat.

  1. INSTALASI

Program yang dibutuhkan:

  • MATLAB
  • compiler bahasa C √† Microsoft visual C/C++ atau LCC
  • Simulink

Untuk menentukan compiler yang digunakan, pada command window lakukan langkah ‚Äď langkah berikut:

  • ketik mex ‚Äďsetup
  • pilih compiler
  • ketik yes
  1. PROSEDUR

Seperti bahasa C pada umumnya, terdapat beberapa void pada pemrograman dengan C-Mex. Void ‚Äď void dasar yang selalu ada:

  1. static void mdlInitializeSizes

    Void ini berfungsi untuk menginisialisasi karakteristik blok Simulink, seperti menentukan banyaknya variable global yang tersusun dalam suatu array xD, banyaknya input, banykanya output, banyaknya jumlah sample time dalam blok tersebut.

  2. static void mdlInitializeSampleTimes

    Void ini berfungsi untuk menentukan sample time dan offset time. Offset time adalah waktu awal yang digunakan untuk memulai simulasi.

  3. static void mdlInitializeConditions

    Void ini berfungsi untuk membuat semua nilai awal xD0 menjadi 0.

  4. static void mdlOutputs

    Void ini berfungsi untuk menentukan variable global (array xD) yang menjadi keluaran.

  5. static void mdlUpdate

Void ini berfungsi untuk menerapkan algoritma yang kita inginkan

  1. static void mdlTerminate

    Void ini berfungsi untuk mengakhiri pemrograman C-Mex ini. Isinya berupa void kosong.

 

Secara umum, bentuk pemrogramannya adalah sebagai berikut:

 

Read the rest of this entry »

 
 

Kualitas Daya

Kualitas daya merupakan salah satu aspek yang menjadi sangat ramai dibicarakan dewasa ini. Masalah kualitas daya semakin menjadi perhatian karena semakin banyaknya penggunaan power semiconductor di industri dan beban-beban yang digunakan merupakan beban-beban yang sangat sensitif terhadap variasi. Voltage sag, interupsi dalam waktu singkat, gangguan harmonik, dan ketidakseimbangan tegangan merupakan masalah-masalah utama yang sering dihadapi oleh industri.
 Ada beberapa faktor yang menyebabkan kualitas daya menjadi semakin menjadi perhatian dewasa ini, antara lain:
  • Konsumen listrik menjadi semakin sadar akan masalah kualitas daya seperti adanya fluktuasi ¬≠tegangan, interupsi dan¬†transient. Selain itu, banyak pemerintah di suatu negara yang telah merevisi kebijakannya untuk semakin mendorong peningkatan kualitas daya sesuai dengan batas dan standar yang ditetapkan.
  • Penekanan pada efisiensi sistem tenaga listrik secara keseluruhan telah mendorong pemakaianhigh-efficiency device,¬†adjustable-speed motor drive¬†dan kapasitor paralel untuk mengoreksi faktor daya dan mengurangi losses. Sebagai akibatnya, muncul peningkatan level harmonik pada sistem tenaga listrik yang mengancam operasi, kehandalan dan keamanan sistem.
  • Beban peralatan modern menggunakan pengendali berbasis mikroprosesor dan alat elektronika daya yang lebih sensitif terhadap perubahan kualitas daya. Read the rest of this entry »
 
 

Voltage sag : Definisi, Karakteristik dan Penyebabnya

Definisi Voltage Sag

Voltage sag atau yang sering juga disebut sebagai voltage dip merupakan suatu fenomena penurunan tegangan rms dari nilai nominalnya yang terjadi dalam waktu yang singkat, sekitar 10 ms sampai beberapa detik. IEC 61000-4-30 mendefinisikan voltage sag (dip) sebagai penurunan besar tegangan sementara pada titik di bawah nilaithreshold-nya. IEEE Standard 1159-1995 mendefinisikan voltage sag sebagai variasi tegangan rms dengan besar antara 10% sampai 90% dari tegangan nominal dan berlangsung selama 0,5 siklus sampai satu menit.

Gambar berikut menunjukkan gelombang tegangan saat terjadi voltage sag dengan besar 0,3 pu dan berlangsung selama 0,3 detik.

Gambar Contoh Bentuk Gelombang Saat Terjadi Voltage sag

Karakteristik Voltage sag

Karakteristik dari voltage sag dapat dilihat pada Gambar berikut untuk gelombang tegangan yang ideal (sinusoidal murni, tanpa harmonik)

Gambar  Karakteristik Voltage sag

Dari gambar, dapat terlihat bahwa ada tiga karakteristik utama¬†voltage sag, yaitu: Read the rest of this entry »

 
 

Tags: , , , , , , ,

KEGAGALAN PENGAMANAN DAN SEBAB-SEBABNYA

Pengaman tegangan lebih yang terbaik adalah arrester jika pengaman terpasang tapi alat yang diamankan juga mengalami kerusakan saat terkena sambaran petir baik langsung maupun tidak langsung disebabkan oleh kekurangan, antara lain :

  • Arrester.
    • Sambungan kawat arrester pada terminal arrester tidak baik ( tidak cukup kencang )
    • Sambungan kawat arrester pada kawat fasa jaringan tidak baik ( tidak cukup kencang )
    • Sambungan kawat arrester ke terminal tanah arrester tidak baik (tidak cukup kencang)
    • Sambungan kawat pentanahan arrester yang satu dengan kawat pentanahan arrester lain tidak baik ( tidak cukup kencang).
    • Sambungan kawat pentanahan arrester dengan kawat batang / batang pentanahan tidak baik ( tidak cukup kencang ).
    • Tahanan pentanahan arrester lebih besar dari 1 ohm.
    • Jarak arrester terlalu jauh dari trafo.
    • Jarak panjang arrester pada tiang yang satu dengan arrester pada tiang yang lain terlalu jauh.
    • Arrester tidak bekerja optimal, yaitu walaupun tidak ada petir menyambar langsung maupun tidak langsung, langsung arrester bekerja. Atau juka ada sambaran dan arrester bekerja tapi alat yang diamankan juga rusak, ini disebabkan oleh jarak celah arrester tidak sesuai atau arrester sudah rusak, karena itu perlu diganti dengan yang baik/baru. Jika arrester meledak karena terkena sambaran langsung atau tidak langsung baik pada JTM maupun pada arrester maka berarti arrester tidak dapat bekerja, tidak dapat merubah dirinya menjadi penghantar lagi jadi arrester harus diganti.
  • Bila turun (trafo, isolator, bushing) Rodgap/Sparkgap.
    • posisi dan jarak antara rod gap pada terminal sekunder trafo GI maupun pada terminal primer trafo distribusi perlu dikembangkan ke posisi dan jarak semula yang benar.
    • Rod gap perlu dibersihkan dari akumulasi kotoran/polusi bushing : tua, kotor, retak rambut dan lain-lain.

Isolator.

Read the rest of this entry »

 
 

PROTEKSI DISTRIBUSI

Jaringan distribusi berfungsi untuk menyalurkan tenaga listrik ke pihak pelanggan. Karena fungsinya tersebut maka keandalan menjadi sangat penting, sehingga jaringan distribusi perlu dilengkapi dengan alat pengaman

Ada tiga fungsi sistem pengaman dalam jaringan distribusi

  1. Mencegah atau membatasi kerusakan pada jaringan beserta peralatannya dari akibat adanya gangguan listrik
  2. Menjaga keselamatan umum dari akibat gangguan listrik
  3. Meningkatkan kelangsungan pelayanan tenaga listrik kepada konsumen

Adapun syarat sistem pengaman yang baik harus mampu :

  1. Melakukan koordinasi dengan sistim pengaman yang lain GI
  2. Mengamankan peralatan dari kerusakan yang lebih luas akibat gangguan
  3. Membatasi kemungkinan terjadinya kecelakaaan
  4. Secepatnya membebaskan pemadaman karena gangguan
  5. Membatasi daerah pemadaman akibat gangguan
  6. Mengurangi frekuensi pemutusan permanen karena gangguan

Persyaratan yang harus dimiliki oleh alat pengaman atau sistem pengaman

  1. Sensitifitas (kepekaan)

Read the rest of this entry »

 
 

IMAGE FUSION FOR HIGH-RESOLUTION DATA IN MATLAB

Image fusion merupakan sebuah proses yang mengendalikan dan memantau gambar pada daerah-daerah yang sama oleh banyak sensor, mencari informasi yang berguna dari setiap kanal, kemudian mensintesis informasi tersebut ke gambar baru yang akan diproses lebih dalam. Gambar yang terlebur tersebut diuntungkan untuk memperbaiki kemampuan analisis informasi dari suatu gambar, memperbaiki ketahanan informasi dari gambar yang telah dipisahkan dan secara efektif akan meningkatkan penggunaan data, dimana data tersebut merupakan landasan untuk riset yang lebih dalam lagi dari aplikasi pensensoran.

Pada dasarnya proses image fusion dapat dikerjakan di perangkat lunak VC++, namun penggunaan VC++ dirasa masih sulit dan masih belum baik untuk pemogramannya. Hal ini membutuhkan banyak waktu dan energy jika menggunakan VC++. Oleh karena itu, MATLAB dipilih karena sangat efisien untuk proses komputasi program. Banyak peneliti menggunakan MATLAB dan MATLAB mempunyai toolbox dengan fungsi yang luas untuk merealisasikan sebuah algoritma. Beberapa keuntungan MATLAB adalah memiliki komputasi yang baik dan cepat terlebih lagi dalam mengkomputasi sebuah matriks karena sebuah gambar jika dikonversi ke dalam sebuah data akan berbentuk sebuah matriks, selain itu, MATLAB juga telah menyediakan banyak fungsi dan toolbox dalam pengolahan gambar untuk gambar gray dan berwarna, bahakan dapat menampilkan gambar saat proses debug, sehingga proses debug program dapat dilakukan secara cepat, mudah dan efisien.

Jurnal ini mengenalkan aplikasi dari MATLAB dalam proses image fusion ‘peleburan gambar’, menghadirkan beberapa metode yang digunakan dalam image fusion untuk algoritma berat fusion dengan high pass filter dan untuk model fusion berdasarkan transformasi HIS. Hasil yang diperoleh membuktikan kebenaran dalam peleburan gambar.

 

  1. Isi makalah

    1. Metode Image Fusion

      Image Fusion adalah sebuah teknik untuk data kompleks dari pensensoran melalui pengolahan gambar atau citra. Tujuan dari teknik ini adalah untuk memperbaiki resolusi yang kosong dan mendefinisikan gambar, meningkatkan kepresisian dari pemtaan dan klasifikasi dari gambar, membangun kemampuan sebagai pemonitoran dan secara efektif membuat data dapat tersensor.

      Berdasarkan perbedaan level fusion, metode peleburan gambar dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu :

      1. Pixel Level Fusion

      Pixel Level Fusion bertujuan untuk menginisialisasi data dan menekan kesatuan informasi pada pixel dengan gambar yang berbeda. Metode ini dapat mengubah karakteristik gambar dan menyediakan informasi karakteristik gambar yang metode lain tidak dapat melakukannya.

      Secara umum, algoritma pixel level fusion adalah adalah algoritma transformasi warna dengan kanal warna yang berbeda untuk melengkapi image fusion seperti transformasi HIS (Hue Intensity Saturation), algoritmastatistik dan gambar dengan mengintegrasikan data dari band yang berbeda, misalnya dengan menggunakan PCA (Principal Componen Analysis) untuk data dengan kapasitas besar.

       

      1. Feature Level Fusion

      Feature level fusion menggunakan algoritma yang berbeda untuk mengenali gambar atau objek untuk proses poengekstrakan fitur dari seluruh sumber data, seperti klasifikasi dan ektraksi gambar. Metode ini menekankan pada meningkatkan fitur gambar. Jadi, perkiraan karakteristik fitur itu lebih tahan dan lebih baik dengan memotong beberapa data. Namun, bukan hanya karena itu, beberapa infornasi yang hilang akan disediakan melalui detail informasi.

      1. Decision Level Fusion

      Decision Level Fusion adalah level fusi terbaik untuk identifikasi gambar. Pembentukan gambar secara langsung adalah hasil dari decision level fusion yang bisa menjadi sebuah elemen yang menghubungkan suatu aksi dan menyediakan acuan untuk oembuat keputusan. Biasanya decision level fusion ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu identifikasi berdasarkan algoritma MAP (MaXilYIUITI A Posteriori) dan fusi berdarkan wawasan dan pengetahuan.

    2. Image Fusion Untuk Data Beresolusi Tinggi dan Data Mulati Spektral Dengan MATLAB

      Secara umum, proses image fusion digambarkan pada gambar di bawah ini :

      Gambar 1. Diagram Alir Image Fusion

      Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat gambar untuk preprocessing dengan cara menghilangkan noise dan ruang registrasi, kemudian melakukan image fusion menggunakan algoritma ynag diberikan, terakhir mengevaluasi hasil dari percobaan. Jadi secara umum, langkah proses image fusion ada tiga, yaitu image registration, weight fusion dengan HPF dan menggunakan transformasi HIS. Peregistrasian/inisialisasi ruang gambar dan image fusion merupakan langkah yang paling penting.

      1. Image Registration

      Karena yang diperoleh dari pensesoran dalam waktu yang berbeda, maka gambar atau citra akan dileburkan untuk dicocokkan atau dipasangkan pada koordinat yang sama untuk membandingkan dan menghitung setiap pixel antara dua citra. Itulah langkah yang harus dilakukan saat preprocessing.

      Fungsi untuk melakukan image registration pada MATLAB toolbox adalah fungsi cp2tform dan imtransform. Jika titik kendali tidak diberikan, maka fungsi cpselect bisa menampilkan penghubung citra, kemudian secara manual memilih overlapping pairs pada dua citra yang akan di-preprocessing. Kemudian, MATLAB akan secara otomatis menganalisis pixel-pixel tersebut dan fungsi cp2tform akan memodifikasi perbedaan geometri dalam bagian yang mengalami overlapping, sedangkan fungsi imtransform akan melengkapi koordinat transformasi.

      Contoh, f dan g merupakan dua buah gambar yang akan dilebur. Titik kontrol untuk gambar f berada pada (a1, b1), (a2, b2), dan seterusnya, kemudian didihubungkan dengan titik kontrol gambar g, yaitu (c1, d1), (c2, d2) dan seterusnya. Kemudian perintah akan dibutuhkan untuk mneluruskan gambar g ke gambar f. Berikut kode untuk image registration :

      fpoints=[a1 b1; a2 b2; …….];

      gpoints=[c1 d1; c2 d2; …….];

      tform=cp2tform(gpoints, fpoints, ‘transform-type’);

      g-f=imtransform(g, tform, ‘interp’);

      , dimana jenis transformasinya adalah jenis deformasi atau perubahan dari fungsi cp2tform yang dimodifikasi dengan fungsi string seperti ‘affine’, ‘projective’, ‘box’, ‘composite’ or ‘custom’, namun ketika dilakukan proses resampling string yang digunakan adalah ‘nearest’, ‘bilinear’ dan ‘bicubic’.

      1. Weight Fusion Berdasarkan HPF (High Pass Filter)

      Meskipun banyak metode fusi, namun tidak ada satu metode yang digunakan untuk menyelesaikan seluruh permasalahan dalam image fusion karena data yang tersensor merupakan data yang kompleks. Metode yang digunakan seharusnya berdasarkan pada tujuan pengaplikasian dan karakteristik informasi.

      Metode weight fusion merupakan metode yang berdasarkan pada HPF dan transfomrasi HIS yang diadopsi ke image fusion untuk data multispektraldan data beresolusi tinggi.

      , dimana I1, I2, ….. Ik merupakan weight fusion dan P1, P2, …. Pk merupakan koefisien bobot.

          Multispektral merupakan sebuah gambar RGB dengan tiga kanal untuk R, G dan B. Pertama, gambar beresolusi tinggi tersebut diproses mellaui HPF, berisi sebuah gambar F yang merupakan gambar panchromatic, kemudian gambar dileburkan dengan persamaan (2), (3) dan (4).

      1. Metode Transformasi HIS menggunakan MATLAB

      Banyak pendefinisian warna yang sering digunakan, namun dalam jurnal ini digunakan sistem HIS, yaitu Hue, Intensity and Saturation. Penggunaan sistem RGB cukup mudah untuk menampilkan dan men-scan gambar, namun ketika menggunakan sistem HIS, mudah untuk memisahkan besarnya intensitas dan warna untuk tiga atribut yang tidak memiliki hubungan. Ketika data yang digunakan adalah data multisource, maka gambar RGB dengan resolusi rendah akan dikonversi atau diubah ke sistem HIS, kemudian dilakukan proses image fusion. Kemudian, citra tersebut di konversi kembali ke citra baru dengan sistem RGB dengan resolusi yang tinggi. Proses ini disebut dengan transformasi ruang warna.

      Berikut langkah-langkah proses transformasi HIS dan RGB :

      1. Membuat fungsi

        Function=rgb2hsi(RGB);

      2. Memasukkan tiga kanal dari citra.

        R=RBG(:, :, 1);

        G=RGB(:, :, 2);

        B=RGB(:, :, 3);

      3. Menghitung komponen H dan S
      4. Menggunakan fungsi cat untuk mensitesis H, S dan I

        HIS=cat(s,H, S, I);

        HIS=rgb2hsi(RGB);

          Kemudian proses konversi RBG ke HIS telah lengkap dan kemudian mengkonversi kembali citra dengan HIS ke RGB. Berikut langkah-langkahnya :

      1. Membuat fungsi.

        Function RGB=hsi2rgb(HIS);

      2. Memasukkan tiga kanal dari citra.

        H=HIS(:, :, 1);

        I=HIS(:, :, 2);

        S=HIS(:, :, 3);

      3. Membagi H ke dalam tiga bagian untuk nilai R, G dan B. Jika range HIS adalah [0, 1], maka dikonversi ke dalam [0o – 360o] oleh perkalian 360o. Jika nilai H adalah antara 0¬į sampai 120¬į, maka digunakan persamaan berikut :

        ………(5)

      Setelah ini berhasil, maka konversi dari HIS ke RGB dengan resolusi tinggi telah berhasil. Dan kemudian simpan path dengan nama :

      RGB=hsi2rgb(HIS);

      Maka, citra RGB dengan resolusi tinggi telah dihasilkan.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on May 1, 2013 in Materi, Pengolahan Citra

 

Current control and decoupling circuit of induction motor

  1. Induction motor model

 

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

where:

 

 

  1. Decoupling circuit (non-linear compensation)

Read the rest of this entry »

 
 
 
%d bloggers like this: