RSS

Category Archives: Telekomunikasi

Uji Terima Jaringan Lokal Bawah Tanah Sistem Duct (Tahanan Loop, Tahanan Screen, Tahanan Isolasi dan Tahanan Kontinuitas

SKETSA/GAMBAR KERJA

Abis rapihin data-data sebelumnya, ternyata nemu laporan tugas akhir saat di SMK dulu. Judulnya,

Uji Terima Jaringan Lokal Bawah Tanah Sistem Duct P-5/1600″

MDF – RAE STO Meruya

A. SKETSA/GAMBAR RUANG LINGKUP PROYEK

    

B. SKETSA/GAMBAR PERENCANAAN RUTE JARINGAN LOKAL BAWAH TANAH DUCT P-5/1600″ MDF – RAE STO MERUYA

Read the rest of this entry »

Advertisements
 

Proses Geotagging

Kemajuan IT di Indonesia saat ini sudah mulai terlihat. Salah satunya adalah dengan maraknya penggunaan perangkat smartphone seperti Android, iPhone, Blackberry, Experia dan lain sebagainya. Perangkat tersebut laris manis di pasar Indonesia karena mampu memberikan pengalaman baru untuk pelanggannya, yaitu pengalaman menjelajahi dunia maya dengan sangat mudah dan sederhana. Apalagi dengan adanya paket internet yang lumayan murah dan adanya hotspot di banyak lokasi umum, tentunya membuat Indonesia lebih melek dalam menggunakan IT.

Pada perangkat smartphone tersebut, salah satu fitur yang merupakan unggulan adalah adanya penambahan GPS yang memudahkan manusia untuk mengakses data koordinat bumi. Data tersebut termanfaatkan dalam fitur Geotagging.

  • Geotagging

Geotagging adalah proses penambahan identifikasi geografis metadata dengan berbagai media seperti foto, video, website, pesan SMS, atau RSS feed dan merupakan bentuk metadata geospasial. Data ini biasanya terdiri dari (latitude and longitude coordinates) koordinat lintang dan bujur, meskipun mereka juga dapat mencakup ketinggian, bantalan, jarak, akurasi data dan nama tempat. Hal ini biasanya digunakan untuk foto.

Geotagging dapat membantu pengguna menemukan berbagai macam informasi spesifik lokasi. Misalnya, orang dapat menemukan gambar yang diambil di dekat sebuah lokasi tertentu dengan memasukkan koordinat lintang dan bujur menjadi gambar yang cocok untuk mesin pencari. Geotagging juga dapat berpotensi digunakan untuk mencari berita berbasis lokasi, website atau sumber daya lainnya. Geotagging dapat memberitahu pengguna mengenai lokasi dari gambar yang diberikan atau media lain atau sudut pandang dan sebaliknya pada beberapa platform media yang relevan ke lokasi tertentu. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on March 20, 2013 in Materi, Telekomunikasi

 

Jaringan Ubiquitos

Transformasi teknologi selalu menjadi sumber
harapan dan tantangan. Sekarang ini, globalisasi
yang dipengaruhi oleh teknologi informasi dan
komunikasi (TIK) berubah dengan cepat disetiap
elemen masayarakat. Globalisasi ke depan akan
mendorong penciptaan sejumlah kebutuhan pada pemerintah, dunia usaha dan kehidupan kita
setiap hari. Hal ini akan membuat pembuat
keputusan dalam segala bidang untuk mencari
teknologi yang menyediakan solusi dan
mendorong perubahan yang diharapkan pada
tingkat lokal, nasional dan global dengan caracara
yang inovatif.
Gabungan teknologi dan globalisasi juga
menghasilkan cara-cara baru untuk beradaptasi,
berinovasi dan tumbuh di dunia yang terus
berubah. Potensi kombinasi dari konektivitas,
kolaborasi, akses dan transparansi adalah
penting. Pemerintah dan perusahaan diseluruh
dunia harus memegang potensi tersebut.
Keterbukaan membantu pemerintah, perusahaan
dan individu untuk merespon penambahan kebutuhan yang begitu cepat. Keterbukaan akan mempengaruhi komunitas TIK dan menjadi
pendorong untuk melakukan penemuan baru,
pembangunan sosial dan meningkatkan peluang
pasar.
Dengan kondisi pada saat ini Indonesia harus
menghadapi paradigma baru yaitu ubiquitous
network society
yaitu suatu masyarakat yang dapat mengakses jaringan dimanapun, kapanpun
dengan siapapun dan dengan apapun. Dalam
jangka panjang paradigma ini harus mampu
dikembangkan oleh bangsa Indonesia untuk
menyinambungkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan kemakmuran bangsa. Berbagai permasalahan yang pada saat ini dihadapi meliputi pemerataan, infrastruktur, kebijakan dalam penyelenggaraan Ubiquitous Indonesia (U-Indonesia) harus mampu dipecahkan dengan membuat strategi yang tepat. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on March 20, 2013 in Materi, Telekomunikasi

 

POTS (Plain Old Telephone Service)

2.1. POTS (Plain Old Telephone Service)

    Seiring dengan berkembangnya zaman, kebutuhan manusia akan komunikasi semakin berkembang dengan pesat. Salah satunya dengan adanya layanan access data seperti internet dan mobile phone atau selular. Namun, hal tersebut tidak membuat layanan POTS (telepon) menjadi mati, karena layanan tersebut masih sangat efisien, tahan lama dan memiliki kualitas yang baik. Itu semua karena media transmisi yang digunakan memiliki kualitas yang baik juga, yaitu tembaga. Jaringan telepon biasa disebut dengan Jarlokat (Jaringan Local Access Tembaga).

2.1.1. Pengertian POTS (Plain Old Telephone Service)

    POTS (Plain Old Telephone Service) merupakan salah satu layanan yang disediakan oleh PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk, yaitu layanan non data seperi telepon. Telepon merupakan media komunikasi yang sangat dibutuhkan pada masa sekarang ini. Telepon merupakan media komunikasi yang vital bagi manusia. Tanpa media komunikasi, manusia akan sulit untuk bersosialisasi dengan yang lain. Telepon merupakan komunikasi suara/voice yang menggunakan media transmisi kabel tembaga. Tembaga merupakan logam yang baik dalam pentransmisian data dan voice. Selain tembaga ada juga emas, tetapi mengapa emas tidak digunakan? Itu karena harga emas yang mahal, sehingga memerlukan dana yang sangat besar dan kemungkinan dicuri lebih besar dari pada tembaga. Untuk itu digunakan media transmisi yang hemat, efisien, baik dan berkualitas seperti tembaga.

    Untuk Pasang Baru (PSB) telepon ditentukan berdasarkan pioritasnya terdapat empat kategori pelanggan, yaitu pelanggan Platinum dengan lama waktu PSB 6 jam, pelanggan Gold dengan lama waktu PSB 12 jam, pelanggan Silver dengan lama waktu PSB 24 jam dan pelanggan Standart dengan lama waktu PSB 48 jam. Namun, biasanya para petugas mempunyai target yang berbeda. Mereka mempunyai target lebih cepat dari pada yang telah ditentukan. Hal itu dikarenakan untuk meningkatkan performansi jaringan yang sudah ada tersebut.

2.1.2. Konfigurasi Jaringan Telepon


Gambar konfigurasi jaringan telepon

    Konfigurasi jaringan telepon tersebut adalah sederhana. Dari gambar tersebut dapat diperoleh bahwa konfigurasi jaringan telepon mulai dari MDF (Main Distribution Frame) sampai pelanggan (pesawat telepon) melalui kabel primer, RK (Rumah Kabel), kabel sekunder, KP/DP (Kotak pembagi/Distribution Point), Drop Wire/saluran penanggal, KTB (Kotak Terminal Batas), kabel rumah dan soket/roset.

    Jarlokat yang digunakan terbagi menjadi dua macam, yaitu jaringan catu langsung dan tidak langsung. Jaringan catu langsung adalah pelanggan langsung dicatu dari Kotak Pembagi (KP)/Distribution Point (DP) terdekat yang langsung terhubung dengan MDF tanpa melalui Rumah Kabel (RK), sedangkan catu tidak langsung adalah pelanggan dicatu dari KP terdekat yang terlebih dahulu terhubung ke RK, setelah itu dihubungkan ke MDF dengan kabel primer. Daerah catuan untuk Daerah Catu Langsung (DCL) adalah daerah yang dekat dengan sentral hingga jarak 500 meter, sedangkan untuk daerah yang tidak catu langsung adalah daerah yang pelanggannya tersebar dan jauh dari sentral, yaitu di atas jarak 500 meter.

2.1.3. Instalasi Jaringan Telepon

    MDF (Main Distribution Frame) merupakan Rangka Pembagi Utama (RPU), maksudnya adalah bahwa di dalam MDF itu terdapat pembagian antara blok terminal horizontal dan blok terminal vertikal. Blok terminal horizontal merupakan tujuan dari sentral yang berupa EQN (Equipment Number), sedangkan blok terminal vertikal merupakan struk yang mengarah ke pelanggan, yaitu berupa struk primer. Pada rak MDF terdapat jumper wire yang memiliki sifat fleksibelitas, artinya dapat di diubah-ubah jika memang diharuskan untuk mengganti catuan. Jumper wire yang digunakan pun berbeda antara jumper pada struk EQN/horizontal dengan jumper wire pada struk primer/vertikal. Hal itu dilakukan untuk memberi kesan estetika dan mudah dalam menginstalasi jaringan pada MDF tersebut. Di bawah MDF terdapat cable chamber yang berfungsi sebagai tempat bermuaranya kabel primer ke arah pelanggan, yaitu RK. MDF juga merupakan tempat pengetesan saluran.

    Kabel primer merupakan penghubung antara MDF dengan RK. Kapasitas kabel primer yaitu 400 pair sampai dengan 2400 pair. Kabel primer yang digunakan dapat KTTL, maupun kabel duct.

    RK merupakan sebuah kotak besar yang sering terlihat di pinggir jalan yang biasanya berwarna abu-abu dengan penamaan RK, misalnya RAA Sunter. Hal itu berarti bahwa kotak tersebut merupakan RK RAA dari STO Sunter. Kapasitas RK antara lain 800 pair, 1600 pair dan 2400 pair. Dengan struk yang digunakan terdapat dua tipe, yaitu Krone atau Quante. Jenis Krone merupakan jenis RK dengan struk tekan sisip, sedangkan Quante merupakan jenis RK dengan struk solder secrew. RK juga merupakan tempat pengetesan saluran.

    Kabel sekunder merupakan penghubung antara RK dengan KP/DP. Kapasitas kabel sekunder yaitu 10 pair sampai dengan 200 pair. Kabel sekunder dapat dipasang baik di atas tanah, maupun di bawah tanah.

    KP/DP merupakan permutasian dari sebuah kabel sekunder menjadi beberapa kabel Drop Wire. KP/DP menghubungkan antara kabel sekunder dengan saluran penanggal atau drop wire. KP/DP juga merupakan tempat pengetesan saluran.

    Drop wire merupakan kabel saluran penanggal yang mempunyai panjang maksimal 250 meter untuk mencatu ke KTB pelanggan. Kapasitasnya yang biasa digunakan untuk mencatu ke pelanggan adalah satu pair. Read the rest of this entry »

 

TELKOMNet ADSL

TELKOMNet ADSL

Layanan yang memiliki kemampuan untuk melakukan akses internet (data) dedicated dan suara pada saat yang bersamaan tanpa saling mengganggu dengan menghubungkan LAN pelanggan ke jaringan akses multimedia TELKOM (TELKOM MMA) melalui penggunaan teknologi ADSL (Asymmetric Digital Subcriber Line) pada kabel tembaga saluran telepon yang digunakan TELKOM.

Atribut Layanan :

·         Akses Internet pada jaringan TELKOMNet dengan kecepatan sampai dengan 64K (upstream)/ 512K (downstream), kecuali kecepatan akses ke Global Internet melalui Gateway TELKOMNet disesuaikan dengan rata-rata QoS (Quality of Service) yang diberikan sesuai dengan paket layanan yang diberikan (silver atau gold).

·         Layanan total solusi.

·         Biaya yang dikenakan ke pelanggan terdiri dari :

–         Biaya Pasang Baru (Instalasi)

–         Biaya Pemakaian Bulanan

Konfigurasi layanan TELKOMNet ADSL


Perangkat disisi Pelanggan :

1.      Router atau Modem DSL (Digital Subriber Line) untuk akses Internet menggunakan TELKOMNet MMA dedicated (Silver atau Gold).

2.      Perangkat komputer dengan syarat minimum adalah sbb :

  • Pentium II
  • RAM 64 MB
  • Hard Disk Min 2 GB

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on March 22, 2012 in Materi, Telekomunikasi

 

IAS (Injection Answer Signaling) dan TELKOM Flexi

 

    IAS (Injection Answer Signaling)

Fasilitas signaling yang diberikan sentral telepon ke perangkat pelanggan untuk keperluan spesifik (cash signalling berupa 16 KHz dan Reverse Polarity). Dengan produk ini pelanggan dapat melakukan charging secara langsung dan akurat.

Service Outlet :

–         Kantor Pelayanan TELKOM.

–         Account Management

Informasi lebih lanjut hubungi call center : 147

Coverage :

Hampir tersedia di seluruh wilayah pelayanan Telkom.

    TELKOMFlexi

Sambungan telepon tanpa kabel yang memiliki fitur mobility pada daerah layanan tertentu dengan menggunakan teknologi CDMA. Produk menawarkan benefit yang beragam bagi pelanggan :

–         Kualitas suara jernih, terhindar dari penggandaan (cloning) dan tidak mudah diinterferensi (anti jamming).

–         Lebih sehat karena radiasi gelombang elektromagnetis yang dipancarkan sangat rendah.

–         Biaya pulsa lebih ringan dibanding seluler.

Service Outlet :

–         Kantor Pelayanan TELKOM.

–         Account Management

Informasi lebih lanjut hubungi call center : 147

Coverage :

Tersedia di wilayah pelayanan Telkom tertentu.

Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by on March 22, 2012 in Materi, Telekomunikasi

 

DID (Direct Inward Dialing)

Fasilitas untuk PBX agar pelanggan di luar PBX dapat menghubungi sambungan cabang PBX tersebut secara langsung tanpa melalui operator. Fasilitas DID dapat diberikan kepada pelanggan yang mempunyai sambungan cabang (extention) paling sedikit 100 sambungan dengan komposisi minimal 10 sambungan pokok untuk digunakan sebagai fasilitas DID. Produk ini menawarkan benefit bagi pelanggan berupa :

–         Lebih hemat (tidak memerlukan operator PBX).

–         Privacy terjaga (tidak melalui operator PBX).

Service Outlet :

–         Kantor Pelayanan TELKOM.

–         Account Management

Informasi lebih lanjut hubungi call center : 147

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on March 22, 2012 in Materi, Telekomunikasi

 
 
%d bloggers like this: