RSS

Category Archives: Tenaga Listrik

Pengujian Resistansi Isolasi

*artikel ini disarikan dari IEEE Std 43 tentang “IEEE Recommended Practice for Testing Insulation Resistance of Rotating Machinery”

Teori Umum Resistansi Isolasi

Resistansi isolasi dari kumparan rotating machine adalah fungsi dari jenis dan kondisi dari bahan isolasi yang digunakan, dan juga teknik pengaplikasiannya. Secara umum, resistansi isolasi bervariasi sebanding dengan ketebalan isolasi, dan berbanding terbalik dengan luas penampang konduktor

Komponen Arus Searah yang terukur

Secara definitif, resistansi isolasi adalah hasil bagi dari tegangan searah yang diberikan melalui isolasi terhadap arus resultan total pada waktu tertentu. Arus resultan total merupakan penjumlahan dari empat arus yang berbeda, yaitu : Arus bocor permukaan, Arus kapasitans geometrik, arus konduktansi dan arus absorpsi.

Arus kapasitans geometrik merupakan arus yang mempunyai nilai yang tinggi yang berlangsung dalam waktu yang singkat, yang menurun secara eksponensial seiring dengan waktu diberikannya tegangan. Arus kapasitan geometrik ini biasanya tidak mempengaruhi pengukuran, karena arus ini hilang seiring dengan bertambahnya waktu, yaitu pada (kurang lebih) menit pertama ketika tegangan diberikan.

Arus absorpsi (polarisasi) merupakan arus yang dihasilkan dari polarisasi molekul dan electron drift yang turun seiring dengan waktu diberikannya tegangan, dengan nilai awal yang cukup tinggi dan turun hingga mendekati nilai nol, serta bergantung pada jenis dan kondisi dari bonding material yang digunakan pada sistem isolasi. Biasanya, untuk isolasi kumparan mesin yang kering dan bersih, resistansi isolasi dari detik ke-tiga puluh sampai beberapa menit lebih dipengaruhi oleh arus absorpsi ini. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on December 3, 2012 in Tenaga Listrik

 

Tags: , , , , , , ,

Komponen Simetris

Gangguan yang tidak seimbang bisa dianalisa dengan menggunakan metode komponen simetris yang diperkenalkan oleh C.L. Fortescue. Dia membuktikan bahwa sebuah sistem yang tidak seimbang dengan n fasor yang berhubungan bisa diperlakukan menjadi n sistem fasor yang seimbang yang sering disebut komponen simetris dari fasor asal, dan untuk sistem tiga fasa, maka akan ada tiga komponen, yaitu:

  • Komponen urutan positif, terdiri dari tiga fasor yang sama besarnya, dan terpisah sejauh 120o  dan punya urutan fasa yang sama dengan sumber
  • Komponen urutan negatif, terdiri dari tiga fasor yang sama besar, terpisah sejauh 120o tapi mempunyai urutan fasa yang berlawanan dengan sumber
  • Komponen urutan nol, terdiri dari tiga fasor yang sama besar dan mempunyai arah yang sama.

Gambaran mengenai ketiga urutan ini bisa dilihat pada gambar ini

Dari gambar di atas bisa dibuat persamaan:



dan dengan memanfaatkan operator a yang nilainya maka, untuk komponen urutan positif: Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on December 3, 2012 in Tenaga Listrik

 

Tags:

 
%d bloggers like this: