RSS

LEASED CHANNEL

LC (Leased Channel) PT Telkom

    Seiring dengan berkembangnya dunia telekomunikasi, semakin besar pula tuntutan untuk mengikuti perkembangan tersebut. Perkembangan dunia informasi yang cepat dan pesat membuat para khalayak ramai untuk saling bersaing dalam mengusai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut. Perkembangan teknologi tersebut menuntut perubahan kehidupan dunia ke arah global. Dalam globalisasi tersebut tidak selalu lancar, banyak hambatan dan rintangan yang harus dilalui. LC merupakan salah satu pengembangan dari jaringan yang sudah ada/existing.

2.3.1. Pengertian LC (Leased Channel)

LC (Leased Channel) adalah salah satu layanan yang ditawarkan oleh PT. TELKOM kepada masyarakat dan ditangani oleh subdin CCAN (Coorporate Customer Access Network). CCAN (Coorporate Customer Access Network) adalah sub dinas yang ada di PT. TELKOM yang berada di bawah Dinas Pelayanan Jaringan (Dinyanjar). Sub dinas ini mempunyai tugas khusus melayani pelanggan corporate atau perusahaan mulai dari permintaan pasang baru hingga pelayanan purna jual (pelayanan gangguan).

LC (Leased Channel) adalah jenis fasailitas data berupa sirkit sewa khusus untuk melakukan pertukaran data dengan kecepatan mulai dari N x 64 Kbps sampai 2 Mbps. Kecepatan yang diinginkan pun tergantung kebutuhan pelanggan. Sirkit LC tidak tersambung ke sentral lokal, tetapi tersambung ke Network Management System (NMS).

2.3.2. Jenis Layanan LC (Leased Channel)

LC (Leased Channel) memiliki beberapa layanan, antara lain :

  • LC Multimedia

    LC Multimedia adalah Leased Channel yang menghubungkan antara dua pelanggan yang berada di area code yang berbeda melalui jaringan Backbone Multimedia di Semanggi, Jakarta. LC Multimedia tidak menggunakan modem master pada konfigurasinya, sehingga hanya digunakan satu buah modem pada pelanggan.

  • LC Convensional

    LC Convensional merupakan Leased Channel yang menggunakan modem master pada konfigurasinya, sehingga diperlukan dua buah modem sebagai modem master dan modem slave.

Jenis-jenis LC tersebut terdapat pada setiap jenis layanan LC, yaitu :

  • LC IP DSLAM

    LC IP DSLAM (Leased Channel Internet Protokol Digital Subscriber Line Asymetric Modul) merupakan Leased Channel yang menggunakan IP DSLAM dalam konfigurasinya. Biasanya LC IP DSLAM digunakan khusus untuk akses internet ke luar negeri.

  • Frame Relay adalah jenis fasilitas telepon berupa sirkit sewa untuk melakukan pertukaran data dengan kecepatan mulai dari 64 Kbps hingga kecepatan 2 Mbps. Bila dilihat dari kapasitasnya, Frame Relay juga termasuk dalam aplikasi teknologi HDSL. Pada prinsipnya Frame Relay sama dengan LC, tetapi Frame Relay bersifat point to multi point. Sirkit Frame Relay tidak melalui sntral lokal, tetapi terhubung dengan node Frame Relay Divisi Multimedia di Jakarta. Jadi, user-user melakukan pertukaran data melalui node Frame Relay tersebut.

    Frame Relay menggunakan beberapa multiplexer yang biasa disebut dengan node, midi node, dan mini node. Perbedaan dari node-node tersebut ialah kapasitasnya. Basic node untuk 28 E1, midi node 14 E1, dan mini node untuk 2 E1. Pemahaman bagi pelanggan coorporate untuk mendapatkan jaringan/network data yang aman dan efisien berdasarkan penggunaan dan efektifitas dari biaya menjadi perhatian setiap IT Manager. Perusahaan financial/perbankan dan manufacture yang mempunyai cabang di multi-lokasi akan mendesain secara detail sehingga setiap transaksi data dapat dijamin keakuratannya dengan bandwidth yang sesuai dengan kebutuhan transaksi. Perancangan ulang (redesign) network dalam suatu Perusahaan seperti Perbankan, Manufacture atau Oil industry menjadikan efektifitas biaya akan disesuaikan dengan core business yang dilakukan. Untuk menjawab kebutuhan ini TELKOM dengan infrastruktur nasional memberikan solusi TELKOMLink VPN Frame Relay yaitu layanan untuk pelanggan korporasi dengan fungsi multi lokasi yang tersentralisasi datanya di suatu tempat/kantor pusat. Jenis layanan ini memberikan alternatif solusi bagi pelanggan korporasi sesuai dengan aplikasi yang digunakan. Deskripsi dari layanan TELKOMLink VPN Frame Relay adalah produk untuk layanan akses yang efektif untuk Closed User Group dengan koneksi point to point/multi-point. VPN Frame Relay berbasis teknologi frame relay memberikan jaminan :

    • Alokasi bandwidth on demand, yaitu koneksi per PVC atau CIR (Committed Information Rate).
    • Konfigurasinya backbone semi-Mesh sebagai jaminan reliability.
    • Bentuk transfer frame Bi-directional (full – duplex), deteksi error saat transmisi, format and operational DLCI (Data Link Connection Identifier).
  • LC VPN IP

    VPN IP MPLS adalah layanan komunikasi data any to any connection berbasis ip multi protocol label switching (MPLS). Layanan ini memiliki kelebihan dibandingkan dengan layanan komunikasi data melalui leased line maupun layanan VPN berbasis frame relay dimana pelanggan dapat mengimplementasikan aplikasinya. Beberapa kelebihan yang dapat disediakan oleh VPN IP sebagai berikut.

    • Multiservices Offering (data, voice dan video; support banyak aplikasi bisnis : ERP, CRM, dan lain-lain; multiple access/last mile independent)
    • Provisioning Scalability (fleksibel, pengembangan jaringan bertahap, Mudah dan cepat melakukan rekonfigurasi/ tidak diperlukan konfigurasi any to any)
    • Manageability (End to End Manageable, NMS untuk monitoring, User Friendly, berbasis web (real time) reporting
    • Cost Saving Opportunity (price tidak tergantung jarak, CPE terintegrasi)
  • LC VPN Dial

    Pasar akses Dial Up bagi pengguna coorporate saat ini masih tumbuh, seiring dengan makin banyaknya coorporate-coorporate melakukan ekspansi bisnisnya dengan membuka cabang secara nasional. Disisi lain perusahaan menginginkan komunikasi data yang terjamin keamanannya dan biayanya relatif efisien. Hal ini tidak bisa dijamin jika akses melalui jaringan publik/ Internet. Melihat kondisi diatas, TELKOM meluncurkan Layanan VPN Dial yang merupakan solusi yang skalabel dan ekonomis untuk mendukung komunikasi data yang aman perusahaan tersebut.

  • LC VPN Gold

    VPN Gold biasa digunakan untuk menghubungkan kantor pusat dengan kantor cabang suatu perusahaan dan lebih bagus daripada VPN IP.

  • LC DinnaAccess

    LC Dedicated Network Access adalah Leased Channel yang diperuntukkan bagi pelanggan coorporate, khususnya digunakan untuk keterhubungan beberapa Local Area Network (LAN) antara kantor pusat ke kantor cabang. Bentuk komunikasi permanent (tetap) biasanya digunakan untuk pelanggan yang menggunakan akses data real time, dan on-line selama 24 jam.

    DinnaAccess adalah sarana komunikasi akses dedicated dengan kecepatan sesuai permintaan customet berkecepatan 64 Kbps s.d. 2,048 Mbps atau n x 2,048 Mbps. DinnaAccess digunakan untuk interkoneksi antar LAN (Local Area Network) dan memberikan jaminan keamanan data, rehabilitasi layanan dengan pengendalian NMS (Network System Management) secara terpusat.

    Akses data dengan DinnaAccess menjamin tampilan informasi data yang dikirimkan perusahaan tidak lagi hanya sekedar data konvensional, namun dapat terbentuk informasi data secara multimedia (voice, data, video).

     

2.3.3. Konfigurasi Jaringan LC (Leased Channel)

KONFIGURASI LEASED CHANNEL KONVENSIONAL
KONFIGURASI LEASED CHANNEL MULTIMEDIA

Konfigurasi LC berbeda-beda, yaitu tergantung jenis layanan yang diinginkan. Namun pada prinsipnya sama. Konfigurasi LC yang ada pada setiap STO itu dimulai dari jalur 2 Mbps yang berasal dari pusat multimedia di Mangga Besar melalui sebuah trunk (penghubung), lalu masuk ke PCM H-Mux untuk diakukan pemultiplexan. Setelah H-Mux, untuk LC Multimedia menuju DFI melalui mini node, sedangkan LC Convensional langsung menuju DFI. DFI berfungsi sama seperti struk EQN, misalnya dengan kode struk SUNTER NID 21005. Setelah DFI masuk melalui kabel 2 Mbps (E1) ke Megaplex. Untuk LC Convensional output dari Megaplex berupa HS-Q/N untuk LC yang memiliki bit rate 256 Kbps, 512 Kbps, 1 Mbps atau 2 Mbps, sedangkan untuk LC Multimedia outputnya berupa HS-U untuk LC yang memiliki bit rate 64 Kbps atau 128 Mbps. Setelah Megaplex, untuk LC Convensional menggunakan modem yang dinamakan modem master melalui connector V.35, lalu menuju MDF pada struk primer. Sedangkan untuk LC Multimedia langsung ke MDF pada struk primer. Mengapa langsung ke struk primer? Karena penomoran untuk LC tidak berasal dari sentral yang memiliki penomoran EQN. Biasanya tidak langsung ke struk primer, tetapi melalui Tea Line LC pada MDF. Setelah dari struk primer menuju RK, DP/KP, KTB, roset/soket, lalu menuju ke modem slave pada pelanggan, lalu menuju router melalui connector V.35 untuk pengendali data, dari router dapat ditambah router untuk memperbanyak PC, setelah itu menuju PC.

2.3.4. Instalasi Jaringan LC (Leased Channel)

Instalasi jaringan LC dilakukan bila ada pengajuan dari pelanggan. Instalasi LC dimulai dari penjumperan port-portnya yang sesuai konfigurasi LCnya. Setelah itu mengkoneksikan seluruh perangkat yang ada sesuai konfigurasinya. Setelah ada tindak lanjut daripelanggan, yaitu berupa pembayaran, baru LC tersebut diaktifkan. Sebelum pengaktifan, dilakukan dahulu setting modem LC. Layanan LC menggunakan modem HDSL (High bit-rate DSL). Langkah-langkah melakukan setting modem HDSL secara manual pada modem HDSL Zyxel adalah sebagai berikut.

  • Hubungkan stegger kedua modem (modem master dan modem slave) ke listrik
  • Lakukan setting konfigurasi V.35 modem pada masing-masing modem secara manual, yaitu dapat dilihat pada buku petunjuk modem. Konfigurasinya sebagai berikut.
    • Konfigurasi V.35 1N X 64 Kbps = N: 1-31) – V.35 (nX64 Kbps = N: 11-31)

      Master

          Configure DTE

      DTE Act        : On

      RXC/CLKO Polarity    : Norm

      TXC/DATO Poalarity    : Norm

      DCD Option        : Off

      DSR Option        : On

      CTS Option        : On

      INF Type        : V.35

      E1 Setup

      Framing : PCM 31CCS; PCM 31 CCS CRC; PCM 30 LAS; PCM 30 LAS CRC (disesuaikan dengan inputan E1, biasanya CRC selalu on. Jadi, kemungkinan PCM 31 CCS CRC atau PCM 30 CAS CRC).

      Interface : 120 Ohm

      HTU Type : HTU – C

      Idle Code : FF

      Line Coding : HDB 3

      Converter : No

      Configure Aux

      CLK SRC : DTE

      Configure TS Mapping

      Pilih beberapa TS (Time Slot) yang akan digunakan,biasanya TS yang digunakan adalah TS ganjil.

Slave

    Configure DTE

DTE Act        : On

RXC/CLKO Polarity    : Norm

TXC/DATO Poalarity    : Norm

DCD Option        : Off

DSR Option        : On

CTS Option        : On

INF Type        : V.35

E1 Setup

Framing : PCM 31CCS; PCM 31 CCS CRC; PCM 30 LAS; PCM 30 LAS CRC (disesuaikan dengan inputan E1, biasanya CRC selalu on. Jadi, kemungkinan PCM 31 CCS CRC atau PCM 30 CAS CRC).

Interface : 120 Ohm

HTU Type : HTU – R

Idle Code : FF

Line Coding : HDB 3

Converter : No

Configurasi Aux

CLK SRC : HDSL

Configure TS Mapping

Disamakan sesuai dengan masternya agar sinkron.

  • Hubungkan link pada kedua modem dengan RJ-45, sehingga didapatkan kedua modem dalam keadaan sinkron. Dapat dilihat pada LED Indicator (L1 menyala dengan serempakpada kedua modem dan L2 kedip-kedip). L2 akan menyala bila TX/RX dikoneksikan ke rak cabinet dalam multimedia. Hal ini dilakukan sebagai perumpamaan jika link TELKOM dalam keadaan baik.
  • Pada modem master dikoneksikan ke HS-Q/N
  • Lalu cek nomor pelanggan aktif atau tidak
  • Pada slave dipasang loop tester untuk pengecekan dengan mengkoneksikan pin-pinnya tersebut pada RJ-45. untuk LC < 2 Mbps, pin yang digunakan adalah pin 1 dan2 pada RJ-45, sedangkan untuk LC 2 Mbps menggunakan pin 1 dengan 4 dan 2 dengan 5. Hal ini dilakukan untuk loop jaringan.
  • Setelah setting modem berhasil letakkan modem master pada rak cabinet di bawah Megaplex. Lalu modem slave diberikan kepada pelanggan dan lakukan instalasi modem pada pelanggan. Langkah terakhir lakukan pengaktifan gerbang data dan mencoba pengetesan dengan browser ke situs-situs tertentu.
  • Laporkan dan buat Berita Acara (BA) untuk aktivasi LC.

2.3.5. Gangguan LC (Leased Channel)

Gangguan LC pada dasarnya sama seperti gangguan pada jenis layanan yang lain, namun LC itu merupakan jenis layanan yang sangat sensitive terhadap sentuhan. Oleh karena itu, link, perangkat dan jumperan LC yang tidak terganggu jangan diutak-atik, karena nanti akan menjadi timbul gangguan.

Setiap perangkat yang digunakan dalam suatu jaringan pasti pernah mengalami masalah. Hal itu merupakan penyebab terjadinya gangguan yang menyebabkan penurunan performansi jaringan. Kepuasan pelanggan akan layanan yang dilanggannya merupakan tujuan perusahaan untuk mempertahankan dan meningkatkan citra baik kepada masyarakat umum. Oleh karena itu, perusahaan telah mempunyai prioritas, visi, misi dan sasaran dalam melayani pelanggan.

Gangguan yang biasanya terjadi pada jaringan LC (Leased Channel) adalah gangguan seperti :

  • Gangguan pada jaringan/link nya.

    Hal ini menyebabkan data-data dan voice yang dikirim dan diterima tidak akan sampai tujuan karena tidak ada packet switched pada link tersebut, sehingga pada modem nampak pada bagian linknya lampu indikatornya ngeblink, yaitu tidak nyala. Penanganannya dilakukan dengan pengecekkan jaringan, pencarian gangguan dan perepairan jaringan yang error yang digunakan oleh pelanggan tersebut. Bila hanya satu link saja yang error, dapat segera diatasi, namun jika terjadi gangguan masal seperti terpotongnya kabel primer atau kabel sekunder, hal itu memerlukan waktu yang cukup lama untuk diselesaikan. Belum lagi ada prosedur dalam penggantian kabelnya dan juga besarnya kapasitas kabel. Jadi, dalam penanganan gangguan pada link dilakukan pengecekkan, pengetesan dan perepairan jaringan pada Multimedia, H-Mux, Mini node, DFI, Megaplex, modem master, MDF, RK, KP/DP, KTB, soket, modem slave, router, hub, PC dan catuan powernya.

  • Gangguan pada sentral.

    Gangguan dikatakan terjadi ke arah sentral bila pada MDF tidak mendapat tone yang telah dilakukan pengecekkan oleh petugas MDF. Bila pada jaringan O.K., maka petugas MDF harus melaporkan hal tersebut ke bagian TAS (Technical Access Support) untuk melaporkan bahwa gangguan terjadi pada sentral, sehingga tugas dialihkan ke petugas sentral.

  • Gangguan pada pelanggan.

    Gangguan pada pelanggan biasanya terjadi pada IKR (Instalasi Kabel Rumah) atau IKG (Instalasi Kabel Gedung) pelanggan. Karena tanggung jawab perusahaan hanya sampai jaringan luar (KTB), maka untuk perbaikannya adalah tanggung jawab pelanggan. Namun, untuk meningkatkan citra perusahaan agar lebih baik, sebaiknya lakukan pengetesan dan pengecekan pada IKR atau IKG pelanggan. Bila gangguannya masih dapat diatasi, maka perbaiki. Namun jika sudah sulit untuk diatasi sarankan kepada pelanggan untuk memanggil petugas IKRnya, kemungkinan terjadi kesalahan pada saat instalasinya.

Penanganan gangguan LC pada dasarnya sama dengan penanganan gangguan pada jenis layanan yang lain, hanya saja LC memiliki kesensitifan yang tinggi, sehingga diperlukan kehati-hatian yang lebih. Penanganannya adalah sebagai berikut.

  • Setelah menerima laporan tentang gangguan LC, konfirmasi ke pelanggan tentang gngguan yang sedang dihadapinya. Setelah itu ambil tindakan yang tepat sesuai dengan gangguannya. Biasanya dilakukan pengecekkan pada link/jaringannya
  • Bila jaringan O.K., maka lakukan pengecekan pada Multimedianya,jika O.K. juga, berarti gangguan ada pada modemnya. Pinjamlah modem slave yang ada pada pelanggan untuk di setting ulang
  • Lakukan penyettingan ulang
  • Setelah dilakukan penyettingan ulang, lakukan pengetesan dengan pengeloopan seperti awal.
  • Jika berhasil, installkembali modem terebut ke pelanggan
  • Setelah penginstalan dan gangguan benar-benar tuntas, laporkan ke petugas Oplang.

****

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: