RSS

Tag Archives: Choi

Tips Membuat PCB (By UI Robotics Team)

Printed circuit board (PCB) adalah komponen yang terbuat dari satu atau lebih lapisan dari bahan isolasi dengan konduktor listrik. Isolator biasanya dibuat pada dasar resin diperkuat fiber, keramik, plastik, atau beberapa bahan dielektrik lainnya. Selama manufaktur, bagian konduktor yang tidak diperlukan akan dihilangkan sehingga hanya menghubungkan antar komponen.
Untuk membuat PCB yang bagus dari sisi desain dan ketahanan mungkin diperlukan teknik-teknik khusus. Mungkin masih ada yang belum tahu ada beberapa informasi yang kita perlukan untuk membuat layout routing PCB. Salah satunya adalah kita perlu menghubungkan antar jalur di tiap komponen sependek mungkin. Atau juga memperhatikan peletakan komponennya satu sama lain, tapi ada hal-lain yang perlu diperhatikan seperti

1. Membuat lapisan ground sebanyak mungkin pada routingan

Dengan adanya lapisan ground yang banyak pada lapisan PCB dapat mengurangi terjadinya EMI (Electromagnetic Interference)

Jika tidak ada polygone plane dianjurkan membuat konfigurasi start pada layout (PCB Layout & Tips)


Dan hindari seperti ini

 

2. Membuat ukuran jalur power (VDD/VCC atau GND) lebih besar dibandingkan jalur sinyal

Dengan membuat ukuran jalur power lebih besar maka dapat mencegah jalur tembaga terbakar, karena pada jalur ini arus yang mengalir lebih besar dibandingkan jalur lainnya. Selain itu juga dapat memudahkan dalam melakukan troubleshooting.

 

3. Memperhatikan ukuran Pad dan Holenya pada PCB

Setiap kali pemesanan PCB atau produksi sendiri sering kita melakukan bor ulang karena ukuran hole terlalu kecil. Oleh karena itu selalu perhatikan ukuran pad dan holenya supaya hasilnya tepat.

 

4. Memperhatikan placement komponen dengan tepat

Komponen yang terhubung satu sama lain harus berada dalam jarak dekat pada board, sehingga jalur routing menjadi yang sesederhana mungkin. Sebagai contoh pada power supply, kapasitor filter harus sedekat mungkin ke pin IC yang terhubung. Namun, komponen yang akan menghasilkan panas harus dijauhkan dari satu sama lain dari bagian-bagian yang sensitif terhadap suhu.

 

5. Membuat jarak antara kristal dan kapasitor pada mikon sedekat mungkin

Informasi ini saya peroleh dari (Atmel AVR042: AVR Hardware Design Considerations)

“…Always place the resonator as close to the AVR as possible and shield the resonator by surrounding it with a ground plane.”

 

6. Tidak membuat T-junction pada jalur

Dianjurkan untuk menghindari T-Junction karena dapat menyebabkan integritas sinyal terganggu. T-Junction juga dapat menyebabkan acid traps di setiap sisi, yang memberikan kesempatan yang lebih tinggi menyebabkan sebuah sirkuit menjadi open.

7. Menghindari loop pada jalur loop

Hindari adanya loop pada jalur, karena dapat mempengaruhi integritas sinyal pada board. Juga mereka menyebabkan induktansi yang juga dapat menyebabkan noise meningkat.

 

8. Gunakan PCB Calculator

PCB Calculator dapat digunakan untuk menghitung secara tepat lebar jalur, diameter hole, resistansi dan lain-lain pada jalur PCB. Dapat dilihat di

http://circuitcalculator.com/wordpress/2006/01/31/pcb-trace-width-calculator/

atau

http://www.skottanselektronik.com/

 

Untuk lebih lengkap mengenai tips-tips desain dan routing PCB dapat melihat pada sumber-sumber berikut ini

Sumber dan Referensi :

PCB Layout & Tips, http://www.ece.msstate.edu/courses/ece4512/des1_syllabus/current/PCB_Layout_Tips.ppt

PCB Design Patterns, http://www.robotroom.com/PCB-Layout-Tips.html

Tips for Electronic Printed Circuit Board Design, http://www.radioing.com/eengineer/pcb-tips.html

Atmel AVR042: AVR Hardware Design Considerations, http://www.atmel.com/dyn/resources/prod_documents/doc2521.pdf

PCB Design Guidelines For Reduced EMI, http://www.ti.com/lit/an/szza009/szza009.pdf

Electromagnetic Interference (EMI) Solutions, http://global.kyocera.com/prdct/electro/pdf/add_pdf/emi_solutions_e.pdf

PCB Layout Tips, http://www.ehow.com/list_6854451_pcb-layout-tips.html

PCB Layout Tips – Routing, http://www.blackstick.co.uk/blog/?p=887

 
Leave a comment

Posted by on October 5, 2012 in Materi, Robotics

 

Tags: , , , , , , ,

Teori Dasar Penguat Operasional

  1. Penguat Diferensial Sebagai Dasar Penguat Operasional

Penguat diferensial adalah suatu penguat yang bekerja dengan memperkuat sinyal yang merupakan selisih dari kedua masukannya. Berikut ini adalah gambar skema dari penguat diferensial sederhana:


Penguat diferensial tersebut menggunakan komponen BJT (Bipolar Junction Transistor) yang identik / sama persis sebagai penguat. Pada penguat diferensial terdapat dua sinyal masukan (input) yaitu V1 dan V2. Dalam kondisi ideal, apabila kedua masukan identik (Vid = 0), maka keluaran Vod = 0. Hal ini disebabkan karena IB1 = IB2 sehingga IC1 = IC2 dan IE1 = IE2. Karena itu tegangan keluaran (VC1 dan VC2) harganya sama sehingga Vod = 0.

Apabila terdapat perbedaan antara sinyal V1 dan V2, maka Vid = V1 – V2. Hal ini akan menyebabkan terjadinya perbedaan antara IB1 dan IB2. Dengan begitu harga IC1 berbeda dengan IC2, sehingga harga Vod meningkat sesuai sesuai dengan besar penguatan Transistor.

Untuk memperbesar penguatan dapat digunakan dua tingkat penguat diferensial (cascade). Keluaran penguat diferensial dihubungkan dengan masukan penguat diferensial tingkatan berikutnya. Dengan begitu besar penguatan total (Ad) adalah hasil kali antara penguatan penguat diferensial pertama (Vd1) dan penguatan penguat diferensial kedua (Vd2).

Dalam penerapannya, penguat diferensial lebih disukai apabila hanya memiliki satu keluaran. Jadi yang diguankan adalah tegangan antara satu keluaran dan bumi (ground). Untuk dapat menghasilkan satu keluaran yang tegangannya terhadap bumi (ground) sama dengan tegangan antara dua keluaran (Vod), maka salah satu keluaran dari penguat diferensial tingkat kedua di hubungkan dengan suatu pengikut emitor (emitter follower).

Untuk memperoleh kinerja yang lebih baik, maka keluaran dari pengikut emiter dihubungkan dengan suatu konfigurasi yang disebut dengan totem-pole. Dengan menggunakan konfigurasi ini, maka tegangan keluaran X dapat berayun secara positif hingga mendekati harga VCC dan dapat berayun secara negatif hingga mendekati harga VEE.

Apabila seluruh rangkaian telah dihubungkan, maka rengkaian tersebut sudah dapat dikatakan sebagai penguat operasional (Operational Amplifier (Op Amp)). Penjelasan lebih lanjut mengenai hal ini akan dilakukan pada sub bab berikut.

2. Penguat Operasional

Penguat operasional (Op Amp) adalah suatu rangkaian terintegrasi yang berisi beberapa tingkat dan konfigurasi penguat diferensial yang telah dijelaskan di atas. Penguat operasional memilki dua masukan dan satu keluaran serta memiliki penguatan DC yang tinggi. Untuk dapat bekerja dengan baik, penguat operasional memerlukan tegangan catu yang simetris yaitu tegangan yang berharga positif (+V) dan tegangan yang berharga negatif (-V) terhadap tanah (ground). Berikut ini adalah simbol dari penguat operasional:


  2.1. Karakteristik Ideal Penguat Operasional

Penguat operasional banyak digunakan dalam berbagai aplikasi karena beberapa keunggulan yang dimilikinya, seperti penguatan yang tinggi, impedansi masukan yang tinggi, impedansi keluaran yang rendah dan lain sebagainya. Berikut ini adalah karakteristik dari Op Amp ideal:

      Penguatan tegangan lingkar terbuka (open-loop voltage gain) AVOL = ¥-

      Tegangan ofset keluaran (output offset voltage) VOO = 0

      Hambatan masukan (input resistance) RI = ¥

      Hambatan keluaran (output resistance) RO = 0

      Lebar pita (band width) BW = ¥

      Waktu tanggapan (respon time) = 0 detik

      Karakteristik tidak berubah dengan suhu

Kondisi ideal tersebut hanya merupakan kondisi teoritis tidak mungkun dapat dicapai dalam kondisi praktis. Tetapi para pembuat Op Amp berusaha untuk membuat Op Amp yang memiliki karakteristik mendekati kondisi-kondisi di atas. Karena itu sebuah Op Amp yang baik harus memiliki karakteristik yang mendekati kondisi ideal. Berikut ini akan dijelaskan satu persatu tentang kondisi-kondisi ideal dari Op Amp.

 2.1.1. Penguatan Tegangan Lingkar Terbuka

Penguatan tegangan lingkar terbuka (open loop voltage gain) adalah penguatan diferensial Op Amp pada kondisi dimana tidak terdapat umpan balik (feedback) yang diterapkan padanya seberti yang terlihat pada gambar 2.2. Secara ideal, penguatan tegangan lingkar terbuka adalah:

AVOL = Vo / Vid =
¥


AVOL = Vo/(V1-V2) =
¥


Tanda negatif menandakan bahwa tegangan keluaran VO berbeda fasa dengan tegangan masukan Vid. Konsep tentang penguatan tegangan tak berhingga tersebut sukar untuk divisualisasikan dan tidak mungkin untuk diwujudkan. Suatu hal yang perlu untuk dimengerti adalah bahwa tegangan keluaran VO jauh lebih besar daripada tegangan masukan Vid. Dalam kondisi praktis, harga AVOL adalah antara 5000 (sekitar 74 dB) hingga 100000 (sekitar 100 dB).

Tetapi dalam penerapannya tegangan keluaran VO tidak lebih dari tegangan catu yang diberikan pada Op Amp. Karena itu Op Amp baik digunakan untuk menguatkan sinyal yang amplitudonya sangat kecil. Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by on November 28, 2011 in Electonics

 

Tags: , , , , , , ,

FAMODYA (Part 12)

“Lo jahat Bay!”

“Lo salah paham Ad,” Abay mencoba berbicara kepada Adya.

“Lo nggak ada bedanya sama Bunda.”

“Ad, gue sebenernya mau ngomong ini udah lama. Tapi dengan keadaan lo yang kemaren-kemaren, apa iya gue harus kasih tau lo?”

“Gue nggak apa-apa kok. Silahkan lo pergi nyusul Bunda!” Adya kemudian lari dengan cepat kekamarnya.

 “Ad!” fia ikut mengejar Adya.

“Diam disana! Nggak usah ikut-ikutan deh Ka! Dasar, sama aja busuknya. Ketus Adya lalu mengunci kamarnya. Adya melemperkan tubuhnya ke tempat tidurnya sambil menangis. Beriringan dengan hal itu ponsel Adya berdering. Adya menengok siapa orang yang telah menghubunginya disaat ia sendu seperti ini.  “Hallo!” sahut Adya datar setelah mengetahui orang yang menghubunginya ialah Lefrad.

“Udah sampe rumah?”

“Udah,” jawab Adya dengan suara bergetar.

Lefard menanggapi suara Adya dari seberang. “Kok suara lo aneh ya Ad?”

Adya tidak menjawab, dirinya hanya menarik nafas sehingga bunyi air yang ada didalam hidungnya terdengar oleh Lefard.

“Lo lagi nangis?” Tanya Lefard.

Adya mengulang dengan tidak menjawab pertanyaan Lefard.

“Kenapa Ad? Cerita dong!” Lefard terus berupaya.

“Gue lagi nggak suka dengan keluarga gue Le.” Akhirnya Adya menjawab pertanyaan Lefard dengan nada datar.

Soory, tapi kalo gue boleh tau, ada apa Ad?” Lefard mencoba membujuk Adya untuk bercerita.

“Gue diboongin,” tutur Adya sambil bangun dari posisi telengkupnya. “Nggak enak kalo diomongin di telepon, kita ke tempat itu yuk!” Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on September 17, 2011 in Cerita, Famodya

 

Tags: , , , , , , , , , , ,

POTS ( Plain Old Telephone Service )

2.1. POTS (Plain Old Telephone Service)

Seiring dengan berkembangnya zaman, kebutuhan manusia akan komunikasi semakin berkembang dengan pesat. Salah satunya dengan adanya layanan access data seperti internet dan mobile phone atau selular. Namun, hal tersebut tidak membuat layanan POTS (telepon) menjadi mati, karena layanan tersebut masih sangat efisien, tahan lama dan memiliki kualitas yang baik. Itu semua karena media transmisi yang digunakan memiliki kualitas yang baik juga, yaitu tembaga. Jaringan telepon biasa disebut dengan Jarlokat (Jaringan Local Access Tembaga).

2.1.1. Pengertian POTS (Plain Old Telephone Service)

POTS (Plain Old Telephone Service) merupakan salah satu layanan yang disediakan oleh PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk, yaitu layanan non data seperi telepon. Telepon merupakan media komunikasi yang sangat dibutuhkan pada masa sekarang ini. Telepon merupakan media komunikasi yang vital bagi manusia. Tanpa media komunikasi, manusia akan sulit untuk bersosialisasi dengan yang lain. Telepon merupakan komunikasi suara/voice yang menggunakan media transmisi kabel tembaga. Tembaga merupakan logam yang baik dalam pentransmisian data dan voice. Selain tembaga ada juga emas, tetapi mengapa emas tidak digunakan? Itu karena harga emas yang mahal, sehingga memerlukan dana yang sangat besar dan kemungkinan dicuri lebih besar dari pada tembaga. Untuk itu digunakan media transmisi yang hemat, efisien, baik dan berkualitas seperti tembaga.
Untuk Pasang Baru (PSB) telepon ditentukan berdasarkan pioritasnya terdapat empat kategori pelanggan, yaitu pelanggan Platinum dengan lama waktu PSB 6 jam, pelanggan Gold dengan lama waktu PSB 12 jam, pelanggan Silver dengan lama waktu PSB 24 jam dan pelanggan Standart dengan lama waktu PSB 48 jam. Namun, biasanya para petugas mempunyai target yang berbeda. Mereka mempunyai target lebih cepat dari pada yang telah ditentukan. Hal itu dikarenakan untuk meningkatkan performansi jaringan yang sudah ada tersebut.

2.1.2. Konfigurasi Jaringan Telepon

Konfigurasi Jaringan Telepon

Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , , , , , , ,

FAMODYA (Part 4)

“Bu saya rasa untuk melaporkan masalah Adya kepada Pak Yudhis itu tidak perlu, karena Adya sudah mengakuinya dan yang paling penting Adya sudah berjanji tidak akan melakukan kesalahannya lagi,” sambar Lefard setelah situasi ruangan Bu Hanum hening sejenak.

Adya menarik nafas panjang serta kaget atas perkataan Lefard barusan. Idih ini orang sok pahlawan banget sih. Gumamnya dalam hati. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on August 19, 2011 in Cerita, Famodya

 

Tags: , , , , , , , , , , , , ,

 
%d bloggers like this: