RSS

Tag Archives: Duduk

Voltage sag : Definisi, Karakteristik dan Penyebabnya

Definisi Voltage Sag

Voltage sag atau yang sering juga disebut sebagai voltage dip merupakan suatu fenomena penurunan tegangan rms dari nilai nominalnya yang terjadi dalam waktu yang singkat, sekitar 10 ms sampai beberapa detik. IEC 61000-4-30 mendefinisikan voltage sag (dip) sebagai penurunan besar tegangan sementara pada titik di bawah nilaithreshold-nya. IEEE Standard 1159-1995 mendefinisikan voltage sag sebagai variasi tegangan rms dengan besar antara 10% sampai 90% dari tegangan nominal dan berlangsung selama 0,5 siklus sampai satu menit.

Gambar berikut menunjukkan gelombang tegangan saat terjadi voltage sag dengan besar 0,3 pu dan berlangsung selama 0,3 detik.

Gambar Contoh Bentuk Gelombang Saat Terjadi Voltage sag

Karakteristik Voltage sag

Karakteristik dari voltage sag dapat dilihat pada Gambar berikut untuk gelombang tegangan yang ideal (sinusoidal murni, tanpa harmonik)

Gambar  Karakteristik Voltage sag

Dari gambar, dapat terlihat bahwa ada tiga karakteristik utama voltage sag, yaitu: Read the rest of this entry »

 
 

Tags: , , , , , , ,

Sebenarnya pada mikrokontroler ATmega8/16/32/8535 hanya terdapat satu pasang TX dan RX untuk komunikasi USART. Seringkali untuk menggunakan beberapa USART di satu mikon digunakan ATmega128 atau ATmega2560. Hal yang sangat boros apabila menggunakan dua mikon terakhir tersebut jika hanya bertujuan untuk mengirim data ke serial PC atau device lain. Ya selain harganya mahal juga flash memory yang terlalu besar dimana seringkali kurang bisa kita maksimalkan. Dengan mengakalinya dengan I/O biasa pada mikrokontroler AVR (disini saya menggunakan ATmega32) maka dapat dibuat beberapa port selayaknya USART menjadi lebih dari satu, atau 8 buah, atau jika mau semua port dijadikan USART (ini terlalu iseng). Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on October 24, 2012 in Robotics

 

Tags: , , , , , , , , , , , , ,

MENCARI GMR DAN GMD SALURAN TRANSMISI

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER MATA KULIAH SISTEM TENAGA LISTRIK

SOAL

    Bagaimana cara menghitung nilai GMD dan GMR? Berikan contoh perhitungannya!

JAWABAN

Saluran transmisi merupakan salah satu bagian dari komponen sistem transmisi tenaga listrik yang berfungsi untuk mengalirkan atau mengirim tenaga listrik dari suatu tempat ke tempat lain, misalnya dari pembangkit ke sistem distribusi pada sistem tenaga listrik. Pada dasarnya terdapat tiga buah elemen pada saluran transmisi dalam sistem tenaga listrik, yaitu :

  1. Konduktor
  2. Isolator
  3. Infrastruktur tiang penyangga

Konduktor merupakan elemen yang berfungsi untuk mengirim atau menghantarkan tenaga listrik. Konduktor yang digunakan pada saluran transmisi ini terbuat dari logam. Jenis-jenis logam yang biasa digunakan untuk konduktor adalah tembaga (Cu), aluminium dan steel. Berikut karakteristik dari tembaga, aluminium dan steel secara umum:

Tabel 1. Karakteristik Tembaga, Aluminium dan Steel

No.

Jenis Logam

Karakteristik

1

Tembaga

  • Biasanya digunakan pada saluran yang tidak membutuhkan konstruksi berat
  • Lebih mahal dibandingkan aluminium
  • Berat tembaga sekitar 3 kali berat aluminium
  • Titik leleh > 1000oC

2

Aluminium

  • Lebih murah dibandingkan tembaga
  • Lebih ringan dibanding aluminium
  • Titik leleh sekitar 700oC

3

Steel

  • Berat
  • Lebih kaku/molekulnya lebih rapat dibandingkan tembaga dan aluminium
  • Titik leleh lebih tinggi dibanding tembaga dan aluminium

    Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan kabel atau saluran transmisi putus adalah :

  1. Tersandar pohon, misalnya tempat saluran transmisinya di gunung
  2. Sambaran petir, jika beban puncak dan melebihi titik leleh konduktor
  3. Binatang, seperti ular dan tikus.

Isolator merupakan elemen yang berfungsi untuk memisahkan bagian konduktor bertegangan terhadap ground dan berfungsi juga sebagai konstruksi. Isolator yang biasa digunakan biasanya terbuat dari bahan polietelin, plastik, kertas dan bahkan udara pun dapat digunakan sebagai isolator. Kawat konduktor pada saluran transmisi tegangan tinggi biasanya tidak menggunakan pelindung atau isolator, namun menjadikan udara sebagai isolatornya. Namun, terdapat saluran transmisi tegangan tinggi yang menggunakan kertas sebagai isolator, yaitu saluran transmisi tegangan tinggi bawah laut.

Infrastruktur sistem transmisi listrik merupakan bentuk pemasangan saluran transmisi termasuk tower listrik dan komponen lainnya. Tower listrik biasanya terbuat dari bahan baja dan disangga dengan kokoh menggunakan pondasi beton. Infrastruktur sistem transmisi disesuaikan dengan wilayah geografis dan standar dari masing-masing wilayah atau negara. Berikut jenis-jenis tower listrik :

  1. Dead end tower
  2. Section tower
  3. Suspension tower
  4. Tension tower
  5. Transposition tower (fasa ditukar)
  6. Gantry tower (dalam 1 tower terdapat 5 saluran transmisi)
  7. Combined tower

    Itulah pengertian secara umum tentang tiga elemen utama saluran transmisi, yaitu konduktor, isolator dan infrastruktur tiang penyangga, selanjutnya akan dijelaskan mengenai konduktor dan hubungannya dengan GMD (Geometric Mean Distance), serta GMR (Geometric Mean Radius).

    Konduktor yang sering digunakan adalah yang terbuat dari bahan jenis tembaga dan aluminium. Dengan melihat karateristik pada tabel 1, karena berat tembaga sekitar tiga kali berat aluminium dan jika aluminium digunakan dengan diameter yang sama dengan aluminium, maka tempat sambungan kabelnya pada tiang penyangga harus besar dan juga tekukan kabel, tembaga akan melengkung lebih jauh dibandingkan dengan aluminium. Hal ini dikarenakan terdapat prosedur berapa panjang lengkungan kabel berdasarkan diameter. Berikut ilustrasinya :


Gambar 1. Kondisi Konduktor Tembaga dan Aluminium

Namun, apakah aluminium dan tembaga bisa menahan beratnya sendiri? Oleh karena itu digunakan konduktor jenis ACSR (Aluminium Conductor Steel Reinforced).

    Konduktor transmisi umumnya terdiri dari sekumpulan konduktor yang dipilin agar menjadi sebuah konduktor dengan kekuatan (strength) yang lebih tinggi. Salah satu konduktor yang paling umum digunakan adalah Alumunium Conductor, Steel Reinforced (ACSR). Jenis konduktor lain yang dapat digunakan antara lain All Alumunium Conductor (AAC), All Alumunium Alloy Conductor (AAAC) dan Alumunium Conductor Alloy Reinforced (ACAR).

    Berikut gambar konduktor ACSR :


Gambar 2. Arsitektur ACSR

ACSR merupakan konduktor yang terbuat terbuat dari sekumpulan konduktor baja yang dilingkupi dengan dua lapis konduktor berkas berbahan alumunium. Konduktor baja digunakan untuk menopang berat konduktor alumunium karena aluminium belum tentu mampu menopang beratnya sendiri saat dipasang. Konduktor baja pada ACSR telah melalui proses galvanizing untuk menjadi konduktor tersebut tahan terhadap korosi. ACSR yang sering dipakai adalah ACSR 24/7, yaitu terdapat 7 buah konduktor baja dan 24 buah konduktor aluminium.

Sebuah konduktor jika dialiri arus, maka akan menghasilkan medan magnet dan fluks magnet di sekitarnya. Garis-garis fluks magnet tersebut merupakan sebuah lingkaran kosentris dengan arah yang ditentukan oleh aturan tangan kanan Maxwell. Variasi sinusiodal arus menghasilkan variasi sinusoidal pada fluks. Hubungan antara induktansi, fluks yang terlingkupi dan arus fasa dinyatakan dengan :

……………(1)

, dengan L adalah induktansi, λ adalah flux linkage dan I adalah arus.

Pada dasarnya induktansi Read the rest of this entry »

 
3 Comments

Posted by on November 4, 2011 in Materi, Sistem Tenaga Listrik

 

Tags: , , , , , , ,

FAMODYA (Part 14)

“Males banget deh gue pagi-pagi udah belajar persilangan,” gerutu Keira yang tiba-tiba duduk disamping tempat duduk Adya.

“Emang kenapa? Bukannya lo bisa ngerjain materi persilangan?” Tanya Adya.

“Ya emang bisa, tapi males aja, pagi-pagi udah diawali dengan pelajaran ribet. Mentang-mentang materinya masuk UAN jadi sarapan tiap hari deh sama 6 pelajaran itu,” sambung Keira dengan paras yang masih malas.

Adya menghembuskan nafasnya pelan. “Bukannya materinya udah selesai ya?”

“Emang iya?”

“Iya. Emang minggu kemaren lo kemana? Makanya kalo guru lagi ngejelasin itu diperhatiin!”

“Terus sekarang kita belajar materi apa?”

“Eksperimen jamur.”

“Yah, berarti nanti ke lab dong. Duh gue nggak bawa jas putih, gimana dong Ad?” tutur Keira panik.

“Ye…udah panik aja sih lo Ke. Kita belajar teori dulu.”

“Oh…gitu ya, huft… syukur deh,” tanggap Keira lega.

“Ehm…” daham lefad dari belakang tubuh Keira. Adya yang melihat hanya senyum tersipu. “Misi dong! Orang yang duduk disini mau duduk,” tutur Lefad yang posisinya masih tetap dibelakang tubuh Keira.

Keira yang mendengar teguran itu kini memalingkan kepalanya kebelakang. “Huh.” Keira mencibirkan bibirnya.

“Ayo kembali ketempat asal!” sambung Lefard sambil memencandai Keira.

Keira langsung berdiri dari duduknya. “Huh, dasar leher kuya, nggak bisa liat orang seneng aja!” balas Keira sebal dan berjalan ketempat duduknya sendiri.

Wah, pake ngatain segala. Eh Ke, yang boleh ngatain gue leher kuya tuh cuma Adya tau. Jadi kalo lo juga ikut ngatain gue…” ancam Lefard sambil berlari kecil mengejar Keira.

Keira berlari cepat ketempat duduknya sambil teriak.

***

“Bukannya waktu kelas dua kita udah pernah praktek liat jamur tempe ya, kok sekarang tugas kita itulagi sih?” tutur Keira yang memprotes tugas yang diberikan guru biologi kepada kelas mereka.

“Iya. Bedanya, waktu itu kita langsung ngamatin tempe yang udah jadi. Kalo tugas sekarang kan kita mesti bikin tempenya dulu,” jawab Adya.

“Tapi untungnya kita satu kelompok ya,” sambung Lefard yang juga sejajar berjalan bersama Adya dan Keira juga Bagas di koridor sekolah.

“Duh senengnya yang bisa satu kelompok sama gue,” sambung Adya meledek kekasih barunya itu.

Lefard secepat kilat mencibirkan bibirnya. “Hah? Gue tarik omongan gue,” balasnya kepada Adya.

Adya masih tertawa melihat ekspresi malu wajah kekasihnya tersebut. “Tyas mana ya, kok jam segini belum keluar,” tutur Adya mengalihkan pembicaraan.

Biar gue telpon aja Ad.” Keira mengambil ponselnya dan menelpon sahabat yang paling cerewet tersebut.

“Halo,” jawab Tyas sangat tak bersemangat dari seberang.

“Dimana lo?”

Masih dikelas.”

Keira menengok jam tangannya. “Bukannya ini udah waktunya pulang, kok lo masih dikelas? Tumben lo betah.”

“Ck,” tanggap Tyas kesal.” Nggak ditelpon, nggak ketemu langsung, selalu aja lo cuma bisa ngeledek gue.”

Keira menanggapinya dengan tertawa.

“Ye…malah ketawa. Kalian pada pulang duluan aja! Gue ada pendalaman materi dadakan dari bu Sonya,” tutur Tyas masih kesal karena tiba-tiba guru sosiologinya menanbah sesi mengajarnya dengan alasan pendalaman materi.

“OK deh, kita lagi pada mau kerumah Lefard buat ngerjain tugas biologi, kalo lo mau nanti nyusul ya. Kita tunggu disana.”

“Diusahain deh.” Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on September 17, 2011 in Cerita, Famodya

 

Tags: , , , , , , , , , ,

FAMODYA (Part 13)

“Lho Non Adya mau kemana?” Tanya bi Nana yang kaget melihat Adya mengenakan pakainan abu-abu padahal keadaannya belum sehat betul.

“Iya Bi,” jawab Aya singkat sambil mengambil dua lapis roti tawar dimeja makan.

Bi Nana dengan cepat mendekati Adya. Dilihatnya wajah majikannya tersebut, sangat terjaga.

Adya mengernyitkan dahinya. “Kenapa Bi?” Tanya Adya bingung.

Bi Nana masih terjaga memandangi majikannya tersebut sambil melongo. “Emang Non Adya udah sembuh?”

“Ya liat aja sendiri!”

“Hah?”

 Respon bi Nana heran. “Non, bibi nggak salah liat kan?” Bi Nana berbalik Tanya kepada Adya dengan nada bingung.

“Kenapa sih Bi?”

Bi Nana meletakkan telapan tangannya di atas dahi Adya. “Muka Non Adya aja masih pucet dan badan Non Adya aja masih anget, kok ngotot mau berangkat kesekolah sih Non, nanti kalo sakitnya tambah parah gimana? Kalo sampe nggak sembuh dan akhirnya dirawat dirumahsakit ginama Non, terus…”

Belum sempat bi Nana melanjutkan omongannya, Adya dengan cepat memotongnya. “Aduh bi Nana nih lebay banget deh, Adya udah baikan kok. Ini cuma anget-anget doang, paling nanti siang udah stabil,” protesnya.

“Tap…”

“Ih…yaudah deh Bi, tenang aja sama Adya,” potong Adya untuk memastikan kepada bi Nana bahwa dirinya baik-baik saja. “Yaudah ya Bi, Adya berangkat sekolah dulu ya. Dah!” Pamit Adya setelah melahap habis satu lapis roti dan segelas susu coklat.

“Non hati-hati ya!” teriak bi Nana melihat majikan muda perempuannya berlari kecil menuju garasi mobil jeep hijau milik Abay.

Jeep Adya melaju kencang menuju sekolah Tira Palawa. Butuh waktu perjalanan 25 menit perjalanan dari rumah Adya sampai kesekolahannya dengan mengendarai mobil. Sesampainya disekolah, Adya langsung memarkirkan mobilnya dan berjalan cepat menuju kelasnya. Dengan jarak kurang dari 10 meter Adya melihat Keira, Lefard dan Tyas baru saja turun dari tangga dan menuju kantin. Adya dengan cepat berlari untuk mengejar mereka. “Kiera!!!” panggil Adya. Namun dengan keadaan Adya yang kurang sehat maka suara yang dikeluarkannya begitu pelan sehingga suara Adya pun tidak terdenga oleh Lefard, Keira dan Tyas. “Keira!!!” Adya memanggil sekali lagi berharap salah satu dari mereka mendengar panggilan keduanya, namun langkahnya tiba-tiba tertatih dan pandangannya mulai berkunang-kunang. Aduh kepala gue sakit banget ya, gumamnya. Tanpa sadar tubuhnya sudah jatuh tergeletak tepat didepan tangga. Anak-anak lain yang melihat Adya pingsan segara bergegas menolongnya. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on September 17, 2011 in Cerita, Famodya

 

Tags: , , , , , , , , , , , ,

FAMODYA (Part 12)

“Lo jahat Bay!”

“Lo salah paham Ad,” Abay mencoba berbicara kepada Adya.

“Lo nggak ada bedanya sama Bunda.”

“Ad, gue sebenernya mau ngomong ini udah lama. Tapi dengan keadaan lo yang kemaren-kemaren, apa iya gue harus kasih tau lo?”

“Gue nggak apa-apa kok. Silahkan lo pergi nyusul Bunda!” Adya kemudian lari dengan cepat kekamarnya.

 “Ad!” fia ikut mengejar Adya.

“Diam disana! Nggak usah ikut-ikutan deh Ka! Dasar, sama aja busuknya. Ketus Adya lalu mengunci kamarnya. Adya melemperkan tubuhnya ke tempat tidurnya sambil menangis. Beriringan dengan hal itu ponsel Adya berdering. Adya menengok siapa orang yang telah menghubunginya disaat ia sendu seperti ini.  “Hallo!” sahut Adya datar setelah mengetahui orang yang menghubunginya ialah Lefrad.

“Udah sampe rumah?”

“Udah,” jawab Adya dengan suara bergetar.

Lefard menanggapi suara Adya dari seberang. “Kok suara lo aneh ya Ad?”

Adya tidak menjawab, dirinya hanya menarik nafas sehingga bunyi air yang ada didalam hidungnya terdengar oleh Lefard.

“Lo lagi nangis?” Tanya Lefard.

Adya mengulang dengan tidak menjawab pertanyaan Lefard.

“Kenapa Ad? Cerita dong!” Lefard terus berupaya.

“Gue lagi nggak suka dengan keluarga gue Le.” Akhirnya Adya menjawab pertanyaan Lefard dengan nada datar.

Soory, tapi kalo gue boleh tau, ada apa Ad?” Lefard mencoba membujuk Adya untuk bercerita.

“Gue diboongin,” tutur Adya sambil bangun dari posisi telengkupnya. “Nggak enak kalo diomongin di telepon, kita ke tempat itu yuk!” Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on September 17, 2011 in Cerita, Famodya

 

Tags: , , , , , , , , , , ,

FAMODYA (Part 11)

Hah…Adya? Mana? Keira bertanya-tanya dalam hati. Dengen spontan kepalanya mengarah ketempat duduk Adya. Begitu melihat Adya duduk manis disana, mata Keira terbelalak dan mulutnya melongo, dirinya kaget bukan kepalang. “Adya!!!” teriak histeris Keira. Keira yang sebelumnya menjijing tas, sekarang tas yang dijinjingnya spontan dilempar kemejanya. Apa yang sebelumnya Keira katakana di area parkir terbukti dilakukannya dengan semangat. Keira lari ketempat duduk Adya, memandanginya sebentar kemudian menjitak kepala Adya.

“Auw…,sakit tau!” Respon Adya merasakan sakitnya jitakkan Keira.

Keira tidak memperdulikan komentar Adya, dirinya secepat kilat memeluk tubuh Adya erat-erat. “Mak erot apa kabar lo?” Gue kangen banget sama lo!

“Iya..iya kabar gue baik,” jawab Adya sambil mengambil nafas panjang karena sesak dipeluk Keira.

“Ih…gue kangen buanget deh sama lo Ad,” Keira mengulang kebahagiannya sambil masih memeluk Adya dengan erat.

“Iya…iya…uhuk…uhuk aduh jangan kenceng-kenceng, sesek nih nafas gue”

“Bodo…bodo…bodo…pokoknya gue kangen banget sama lo Mak erot!”

“Aduh…uhuk…uhuk…” respon Adya yang sekarang batuk-batuk. “Iya…iya…tapi lepasin dulu pelukan lo jangan kenceng-kenceng gini!”

“Hm…akhirnya lo masuk juga. Tunggu! Lo jangan kemana-mana, gue mau hubungin Tyas dulu.” Keira mengambil ponselnya dan cepat-cepat menghubungi Tyas. “Adya udah masuk. Cepetan kekelas gue!” Seru semangat keira setelah terhubung dengan Tyas.

 “Hua…my cuiti-cuitiku Adya!!!” Sapa Tyas ketika memasuki kelas XII IPA I. seperti halnya Keira, Tyas lari cepat-cepat mendekati Adya, setelah mendekat, tangan jailnya bekerja. Kini giliran rambut Adya yang dijambak-jambak oleh Tyas.

“Auw….” Respon Adya panjang kesakitan.

“Adya……kangen….” Tutur Tyas setelah memeluk Adya erat-erat.

“Iya…iya…tapi lepas Yas, sesek nih!” mohon Adya yang merasakan sesaknya untuk bernafas dua kali.

“Uh…, lo kok nggak bilang-bilang sih masuk sekolah hari ini? Kan seharusnya lo bilang, kita kan bisa prepare buat menyambut lo,” tukas Tyas.

“Ih, lebay banget sih lo!” Jawab Adya. “Emang lo kira gue presiden pake disambut-sambut?”

Bel masuk berbunyi.

“Ya ampun…belom jug kita cerita-cerita udal bel aja,” Tyas menggerutu. “Gue kekelas dulu ya. Pelajaranya gurunya killer banget. Nanti aja, istirahat kita kekantin bareng dan cerita-cerita. Okay…okay…dadah..” Tyas pun pamit meninggalkan kelas Adya dan Keira. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on September 17, 2011 in Cerita, Famodya

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,

 
%d bloggers like this: