RSS

Tag Archives: International Phonetic Alphabet

FAMODYA (Part 11)

Hah…Adya? Mana? Keira bertanya-tanya dalam hati. Dengen spontan kepalanya mengarah ketempat duduk Adya. Begitu melihat Adya duduk manis disana, mata Keira terbelalak dan mulutnya melongo, dirinya kaget bukan kepalang. “Adya!!!” teriak histeris Keira. Keira yang sebelumnya menjijing tas, sekarang tas yang dijinjingnya spontan dilempar kemejanya. Apa yang sebelumnya Keira katakana di area parkir terbukti dilakukannya dengan semangat. Keira lari ketempat duduk Adya, memandanginya sebentar kemudian menjitak kepala Adya.

“Auw…,sakit tau!” Respon Adya merasakan sakitnya jitakkan Keira.

Keira tidak memperdulikan komentar Adya, dirinya secepat kilat memeluk tubuh Adya erat-erat. “Mak erot apa kabar lo?” Gue kangen banget sama lo!

“Iya..iya kabar gue baik,” jawab Adya sambil mengambil nafas panjang karena sesak dipeluk Keira.

“Ih…gue kangen buanget deh sama lo Ad,” Keira mengulang kebahagiannya sambil masih memeluk Adya dengan erat.

“Iya…iya…uhuk…uhuk aduh jangan kenceng-kenceng, sesek nih nafas gue”

“Bodo…bodo…bodo…pokoknya gue kangen banget sama lo Mak erot!”

“Aduh…uhuk…uhuk…” respon Adya yang sekarang batuk-batuk. “Iya…iya…tapi lepasin dulu pelukan lo jangan kenceng-kenceng gini!”

“Hm…akhirnya lo masuk juga. Tunggu! Lo jangan kemana-mana, gue mau hubungin Tyas dulu.” Keira mengambil ponselnya dan cepat-cepat menghubungi Tyas. “Adya udah masuk. Cepetan kekelas gue!” Seru semangat keira setelah terhubung dengan Tyas.

 “Hua…my cuiti-cuitiku Adya!!!” Sapa Tyas ketika memasuki kelas XII IPA I. seperti halnya Keira, Tyas lari cepat-cepat mendekati Adya, setelah mendekat, tangan jailnya bekerja. Kini giliran rambut Adya yang dijambak-jambak oleh Tyas.

“Auw….” Respon Adya panjang kesakitan.

“Adya……kangen….” Tutur Tyas setelah memeluk Adya erat-erat.

“Iya…iya…tapi lepas Yas, sesek nih!” mohon Adya yang merasakan sesaknya untuk bernafas dua kali.

“Uh…, lo kok nggak bilang-bilang sih masuk sekolah hari ini? Kan seharusnya lo bilang, kita kan bisa prepare buat menyambut lo,” tukas Tyas.

“Ih, lebay banget sih lo!” Jawab Adya. “Emang lo kira gue presiden pake disambut-sambut?”

Bel masuk berbunyi.

“Ya ampun…belom jug kita cerita-cerita udal bel aja,” Tyas menggerutu. “Gue kekelas dulu ya. Pelajaranya gurunya killer banget. Nanti aja, istirahat kita kekantin bareng dan cerita-cerita. Okay…okay…dadah..” Tyas pun pamit meninggalkan kelas Adya dan Keira. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on September 17, 2011 in Cerita, Famodya

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,

 
%d bloggers like this: