RSS

Tag Archives: Super Junior

FAMODYA (Part 13)

“Lho Non Adya mau kemana?” Tanya bi Nana yang kaget melihat Adya mengenakan pakainan abu-abu padahal keadaannya belum sehat betul.

“Iya Bi,” jawab Aya singkat sambil mengambil dua lapis roti tawar dimeja makan.

Bi Nana dengan cepat mendekati Adya. Dilihatnya wajah majikannya tersebut, sangat terjaga.

Adya mengernyitkan dahinya. “Kenapa Bi?” Tanya Adya bingung.

Bi Nana masih terjaga memandangi majikannya tersebut sambil melongo. “Emang Non Adya udah sembuh?”

“Ya liat aja sendiri!”

“Hah?”

 Respon bi Nana heran. “Non, bibi nggak salah liat kan?” Bi Nana berbalik Tanya kepada Adya dengan nada bingung.

“Kenapa sih Bi?”

Bi Nana meletakkan telapan tangannya di atas dahi Adya. “Muka Non Adya aja masih pucet dan badan Non Adya aja masih anget, kok ngotot mau berangkat kesekolah sih Non, nanti kalo sakitnya tambah parah gimana? Kalo sampe nggak sembuh dan akhirnya dirawat dirumahsakit ginama Non, terus…”

Belum sempat bi Nana melanjutkan omongannya, Adya dengan cepat memotongnya. “Aduh bi Nana nih lebay banget deh, Adya udah baikan kok. Ini cuma anget-anget doang, paling nanti siang udah stabil,” protesnya.

“Tap…”

“Ih…yaudah deh Bi, tenang aja sama Adya,” potong Adya untuk memastikan kepada bi Nana bahwa dirinya baik-baik saja. “Yaudah ya Bi, Adya berangkat sekolah dulu ya. Dah!” Pamit Adya setelah melahap habis satu lapis roti dan segelas susu coklat.

“Non hati-hati ya!” teriak bi Nana melihat majikan muda perempuannya berlari kecil menuju garasi mobil jeep hijau milik Abay.

Jeep Adya melaju kencang menuju sekolah Tira Palawa. Butuh waktu perjalanan 25 menit perjalanan dari rumah Adya sampai kesekolahannya dengan mengendarai mobil. Sesampainya disekolah, Adya langsung memarkirkan mobilnya dan berjalan cepat menuju kelasnya. Dengan jarak kurang dari 10 meter Adya melihat Keira, Lefard dan Tyas baru saja turun dari tangga dan menuju kantin. Adya dengan cepat berlari untuk mengejar mereka. “Kiera!!!” panggil Adya. Namun dengan keadaan Adya yang kurang sehat maka suara yang dikeluarkannya begitu pelan sehingga suara Adya pun tidak terdenga oleh Lefard, Keira dan Tyas. “Keira!!!” Adya memanggil sekali lagi berharap salah satu dari mereka mendengar panggilan keduanya, namun langkahnya tiba-tiba tertatih dan pandangannya mulai berkunang-kunang. Aduh kepala gue sakit banget ya, gumamnya. Tanpa sadar tubuhnya sudah jatuh tergeletak tepat didepan tangga. Anak-anak lain yang melihat Adya pingsan segara bergegas menolongnya. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on September 17, 2011 in Cerita, Famodya

 

Tags: , , , , , , , , , , , ,

FAMODYA (Part 11)

Hah…Adya? Mana? Keira bertanya-tanya dalam hati. Dengen spontan kepalanya mengarah ketempat duduk Adya. Begitu melihat Adya duduk manis disana, mata Keira terbelalak dan mulutnya melongo, dirinya kaget bukan kepalang. “Adya!!!” teriak histeris Keira. Keira yang sebelumnya menjijing tas, sekarang tas yang dijinjingnya spontan dilempar kemejanya. Apa yang sebelumnya Keira katakana di area parkir terbukti dilakukannya dengan semangat. Keira lari ketempat duduk Adya, memandanginya sebentar kemudian menjitak kepala Adya.

“Auw…,sakit tau!” Respon Adya merasakan sakitnya jitakkan Keira.

Keira tidak memperdulikan komentar Adya, dirinya secepat kilat memeluk tubuh Adya erat-erat. “Mak erot apa kabar lo?” Gue kangen banget sama lo!

“Iya..iya kabar gue baik,” jawab Adya sambil mengambil nafas panjang karena sesak dipeluk Keira.

“Ih…gue kangen buanget deh sama lo Ad,” Keira mengulang kebahagiannya sambil masih memeluk Adya dengan erat.

“Iya…iya…uhuk…uhuk aduh jangan kenceng-kenceng, sesek nih nafas gue”

“Bodo…bodo…bodo…pokoknya gue kangen banget sama lo Mak erot!”

“Aduh…uhuk…uhuk…” respon Adya yang sekarang batuk-batuk. “Iya…iya…tapi lepasin dulu pelukan lo jangan kenceng-kenceng gini!”

“Hm…akhirnya lo masuk juga. Tunggu! Lo jangan kemana-mana, gue mau hubungin Tyas dulu.” Keira mengambil ponselnya dan cepat-cepat menghubungi Tyas. “Adya udah masuk. Cepetan kekelas gue!” Seru semangat keira setelah terhubung dengan Tyas.

 “Hua…my cuiti-cuitiku Adya!!!” Sapa Tyas ketika memasuki kelas XII IPA I. seperti halnya Keira, Tyas lari cepat-cepat mendekati Adya, setelah mendekat, tangan jailnya bekerja. Kini giliran rambut Adya yang dijambak-jambak oleh Tyas.

“Auw….” Respon Adya panjang kesakitan.

“Adya……kangen….” Tutur Tyas setelah memeluk Adya erat-erat.

“Iya…iya…tapi lepas Yas, sesek nih!” mohon Adya yang merasakan sesaknya untuk bernafas dua kali.

“Uh…, lo kok nggak bilang-bilang sih masuk sekolah hari ini? Kan seharusnya lo bilang, kita kan bisa prepare buat menyambut lo,” tukas Tyas.

“Ih, lebay banget sih lo!” Jawab Adya. “Emang lo kira gue presiden pake disambut-sambut?”

Bel masuk berbunyi.

“Ya ampun…belom jug kita cerita-cerita udal bel aja,” Tyas menggerutu. “Gue kekelas dulu ya. Pelajaranya gurunya killer banget. Nanti aja, istirahat kita kekantin bareng dan cerita-cerita. Okay…okay…dadah..” Tyas pun pamit meninggalkan kelas Adya dan Keira. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on September 17, 2011 in Cerita, Famodya

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,

FAMODYA (Part 6)

“Kenapa sih beibh?” Edhu bertanya halus untuk mengambil hati Adya.

Adya langsung bercerita tentang apa yang dia rasakan saat ini. Ia menceritakan dari awal sampai akhir dari masalah yang sedang dihadapinya.

“Kamu kok?” Edhu kaget mendengar cerita terakhir Adya yang menyebutkan kalo pokok permasalahannya adalah karena Adya dan Lefard ciuman.

“Lo dengerin gue dulu! Gue sama si leher kuya itu nggak sengaja. Gue nyerang dia sampe dia jatuh tapi pas dia jatuh gue juga kehilangan keseimbangan jadi gue ikut jatoh.” Adya mencoba membela diri.

Edhu menarik tangan Adya kasar dan membawanya keluar kelas. “Tapi kenapa bisa tepat kamu sama dia ciuman?” Tutur Edhu geram.

“Gue nggak ciuman Dhu, kita cuma tabrakan.”

“Biarpun kamu nggak sengaja tapi kamu juga ikut ngerasain kan? Kamu munafik deh, kamu nggak pernah mau kalo aku minta tapi sama orang lain yang jelas-jelas cowoknya temen kamu sendiri kamu mau.”

“Kok lo juga ikut nyalahin gue sih? Katanya lo mau bantu gue!” Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on August 21, 2011 in Cerita, Famodya

 

Tags: , , , , , , , , , , , ,

FAMODYA (Part 3)

“Ugght…, siapa sih tuh orang? Ngendarain motor nggak ada rambu-rambunya sama sekali, rese banget sih. Kalau aja tuh motor tau-tau berenti didepan gue, gue nggak segan-segan buat nonjok muka si pengendaranya sampai bonyok,” gerutu Adya karena bukan sepatunya saja yang kemasukan air tapi karena saking kencangnya orang itu mengendarai motor kubangan yang didepan Adya juga ikut diinjak akibatnya Adya kecipratan air kubangan bajunya kotor, basah kuyub dan bau. Adya makin geram dengan tingkah orang tersebut, semena-mena meninggalkan dirinya tanpa meminta maaf. Kok kayaknya gue kenal sama motor tadi ya. Adya coba mengingat-ingat bentuk motor yang barusan menciprati dirinya dengan air kubangan. Ah…, gue baru inget. Itu kan motor yang kemarin gue tabrak. Berarti dia anak TP dong. Adya makin penasaran. Kok dia sekejam itu ya sama gue, apa dia tau kalau gue yang jatuhin motornya kemarin. Batin Adya masih penasaran dengan pengendara motor racing yang lumayan keren dikalangan motor racing yang pernah Adya lihat. “Huh sialan gara-gara baju gue kotor gue nggak jadi main sama anak-anak playgroup, akhirnya gue pulang deh.” Adya kesal karena gagal untuk bermain dengan anak-anak playgroup. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on August 19, 2011 in Cerita, Famodya

 

Tags: , , , , , , , , , , , ,

 
%d bloggers like this: